GOWA, BKM — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Gowa berhasil merampungkan pembangunan instalasi pengolahan yang mampu melayani 8.000 Sambungan Rumah (SR).
IPA berkapasitas 100 liter per detik pun dibangun dengan pembiayaan mandiri tanpa menggunakan APBD.
Hal itu mampu diwujudkan PDAM Tirta Jeneberang dengan menggandeng pembiayaan perbankan. Keberanian manajemen PDAM Tirta Jeneberang ini ternyata membuahkan reward dari Kementerian PU dengan menginjeksi PDAM Tirta Jeneberang miliaran rupiah untuk mengembangkan dua IKK lagi yakni IKK Barombong dan IKK Pattallassang selain IPA Borongloe kapasitas 100 liter/detik yang diresmikan penggunaannya oleh bupati Gowa, Selasa siang (9/3).
Instalasi pengolahan kapasitas 100 liter per detik ini berlokasi di IKK (Instalasi Kota Kecamatan) Borongloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.
Peresmian ini dihadiri Direktur Air Kementerian PU diwakili Kepala Balai Prasarana Wilayah Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan, Ahmad Asiri, Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni, Ketua TP PKK Gowa, Priska Paramita Adnan, Forkopimda Gowa, Pj Sekretaris Kabupaten Gowa, Kamsinah, jajaran BPKP Perwakilan Sulsel, sejumlah anggota DPRD Gowa para pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa dan Tripika Bontomarannu.
Direktur Utama PDAM Tirta Jeneberang, Hasanuddin Kamal, mengatakan, IPA 100 liter/detik ini dibangun tidak menggunakan dana APBD Gowa. Pembangunan IPA ini dibangun dengan sistem lelang terbuka dan pembiayaan mandiri PDAM Tirta Jeneberang.
”Karena pembangunan IPA ini adalah mandiri dari kami, maka kami melibatkan pihak kejaksaan dan Polres Gowa untuk pendampingan. Pembangunan pabrikan ini baru pertama kali di Sulsel. Adanya cuma di Pulau Jawa. Sehingga dilakukan tender terbuka secara nasional dan diikuti tujuh perusahaan pembangun pabrikan ini,” kata Hasanuddin. Hasanuddin mengatakan, IPA ini dikerjakan PT Jasuka selaku pemenang tender. Perusahaan ini memang dari Jawa namun ber-NPWP Gowa. Sebab NPWP ini sebagai persyaratan ikut tender di Gowa.
”Kami berterima kasih kepada bupati Gowa yang selalu memberikan arahan dalam perencanaan dan pembangunan IPA ini. Insya Allah ini bisa memenuhi kebutuhan sampai terbangunnya IPA Mamminasata nanti. Semoga IPA ini bisa berfungsi dengan baik,” jelas Hasanuddin Kamal.
Kepala Balai Prasarana Wilayah Permukiman Sulsel, Ahmad Asiri mewakili Direktur Air Kementerian PU, mengatakan, target nasional dalam penyediaan air minum di Indonesia adalah 100 persen pelayanan air minum, nol hektare pemukiman kumuh dan 100 persen pelayanan sanitasi. Dari target 100 persen ini masih ada sekitar 11 persen yang harus dituntaskan.
”Karena itu, untuk mewujudkan 100 persen layanan air minum sampai tahun 2024 kita belum bisa optimal. Kesediaan kita baru pada batas 34 persen. Sehingga ini tantangan kepada para BUMD untuk dapat berpartisipasi dalam meningkatkan pelayanan air minum ini. Kami mengapresiasi yang tinggi kepada Pemkab Gowa dan PDAM Tirta Jeneberang atas pemanfaatan pembiayaan mandiri dan pinjaman perbankan sebesar Rp13,5 miliar dari total investasi Rp15 miliar dalam membangun IPA 100 liter per detik ini. Karena keberanian ini, kementerian memberikan reward kepada PDAM Gowa karena mampu membangun instalasi kapasitas besar tanpa diback up anggaran daerah. Gowa juga berada pada kategori 3 yakni kategori PDAM sehat. PDAM Tirta Jeneberang ini jadi percontohan nasional bagi semua BUMD di Indonesia,” ujar Ahmad Asiri.
Sementara itu, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan di sela meresmikan IPA 100 liter per detik ini mengatakan, Gowa adalah daerah paling potensial di Sulsel. Semua prospek pembangunan yang ada di Sulsel melirik untuk berinvestasi di Gowa.
Karena itu, Pemkab Gowa pun membuka peluang lebar bagi para investor yang masuk.Terkait itu, salah satu yang menjadi acuan Gowa menjemput bola adalah membenahi sistem air bersih.
”Contohnya adalah pengembang/developer. Ketika mereka masuk ke Gowa yang paling pertama ditanyakan adalah apakah air PDAM bisa masuk lokasi perumahan kami. Nah, itulah yang menjadi titik inti kami di Gowa. Target saya, jika investasi masuk ke Gowa dengan baik, maka kesejahteraan masyarakat Gowa akan lebih cerah lagi,” kata Adnan seraya meminta keberadaan IPA ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. (sar)
