RASA SENANG dirasakan Rusdi jika busur yang ia lepaskan tepat mengenai sasarannya. Ikan dinaikkan ke permukaan lalu, ukuran ikannya besar. Suatu kepuasan tersendiri baginya.
Laporan: ARIF AL QADRY
Aktivitas memancing ikan dengan teknik berbeda memakai busur telah lama dilakukan oleh Rusdi. Pria kelahiran Ujung Pandang, 03 November 1987, sudah mulai menangkap ikan menggunakan busur saat dia masih berusia 18 tahun. Dari parit ke parit menjauh masuk ke saluran air besar (kanal).
Memang sejak dulu teman di lingkungan tempat tinggalnya banyak menangkap ikan menggunakan busur. Suatu waktu yang silam, dalam kisah Rusdi, busur milik temannya dia pinjam. Dia coba melontarkan anak busur pada ikan-ikan yang berenang di parit. Pertama tidak kenal dan ke dua kali masih juga tidak kena. Terus penasaran, pada bidikan ke lima baru kena. Satu ikan tertancap di anak busurnya.
“Hal itu yang buat kita puas kalau ada ikan yang liar atau gesit tapi berhasil terkena. Dari situ sampai sekarang ini setiap kali libur atau tidak ada kerjaan saya pasti sama teman-teman pergi busur ikan. Inilah hiburan dan juga mengasa kemampuan,” sebutnya.
Waktu paling sering digunakan oleh Rusdi bersama teman-temannya menangkap ikan di saluran air pada pagi sampai siang. Pada pukul 06.30 wita sampai 12.00 wita, ikan-ikan banyak naik ke permukaan air untuk mencari makan. Apalagi jenis Ikan Nila.
Akan tetapi, kalau sedang ada kerjaan, Rusdi terpaksa di rumah saja. Sebaliknya bila tidak ada proyek yang dikerja maka nyaris waktunya dia habiskan mencari ikan. Rusdi ke penulis bercerita, bahwa dia adalah tukang bangunan. Yang mana penghasilannya ditentukan dari proyek yang ada.
“Gaji setiap hari dibayarkan setiap perminggunya. Besar gaji saya dapat perhari Rp150.000. Yaa sukanya kalau ada banyak proyek dan tidak putus-putus. Tapi ini kan biasanya satu bulan bekerja dan libur dua bulan, apalagi di masa pandemi covid-19. Terpaksa harus utang. Inilah kalau ada ikan saya dapat lumayan untuk menutupi kebutuhan makan. Ada lauk,” imbuhnya.
Sekali berangkat ke lokasi memancing ikan, Rusdi biasanya menghabiskan waktunya empat jam. Paling lama tujuh jam. Tangkapannya juga tidak menentu. Kadang bisa membawa pulang 10 ekor ikan. Atau kadang pula membawa lebih dari 20 ekor. Banyak jumlah ikan yang ingin dia bawa pulang dia tentukan sendiri.
“Semakin lama di lokasi, kemungkinan besarnya bisa juga saya bawa pulang banyak. Tapi saya kondisikan. Kalau dikira sudah cukup, pulang saja,” tambahnya.
Maka dari itulah, ikan-ikan yang ditangkap Rusdi sengaja tidak dijual. Banyaknya ikan tangkapan dipengaruhi oleh kebutuhannya saja. Semuanya hanya keperluan dapur di rumahnya saja. Hobi plus bonusnya dapat ikan tanpa perlu mengeluarkan uang. (*)
