MAKASSAR, BKM — Ketua Dewan Pembina Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) Andi Ilhamsyah Mattalatta (AIM) mendukung penuh rencana Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang akan menyulap Lapangan Pacuan Kuda Parangtambung sebagai sirkuit.
”Ini ide brillian dari pak DP. Karena memang sampai saat ini Makassar belum memiliki sirkuit balap motor yang berstandar nasional sebagai ajang untuk menyalurkan bakat dan aspirasi anak muda dan remaja peminat olahraga otomotif,” ujar Ilhamsyah.
Padahal lomba balap motor sudah masuk dalam cabang yang dipertandingkan di Porda dan PON. Ditahun 70-an pernah dibangun sirkuit balap lebih diutamakan untuk gokart dan digabung dengan lintasan pacuan kuda tapi kemudian ditutup. Saat ini eks sirkuit tersebut dikenal sebagai kawasan Perumahan Racing Centre. Sedangkan dari sisi kepariwisataan, keberadaan sirkuit tersebut dapat menambah semarak even kepariwisataan di Makassar saat diadakan lomba balapan.
”Bukti konkret dari hal ini ialah rencana pembangunan sirkuit di Mandalika, Lombok sementara di Lapangan Pacuan Kuda Parangtambung sendiri memang sejak lama beberapa kali diadakan lomba grass track dan juga sirkuit motocross,” jelasnya.
Jadi rencana di Parangtambung yang digagas Wali Kota Makassar Ramadhan Pomanto menjadi tempat yang ideal untuk sebuah sirkuit.
”Yang jelas bahwa sebagai sebuah kota metropolitan menuju kota dunia maka sesuatu yang wajar sudah waktunya Makassar membangun sirkuit berstandar nasional dan internasional,” tandasnya lagi.
Selain itu jelas Ilhamsyah, jika rencana tersebut mampu diwujudkan bakal membuat Makassar menjadi lebih familiar dan dikenal dunia. Bahkan potensi anak muda Makassar dan Sulsel pada umumnya yang mencintai dunia otomotif bisa menyalurkan hobinya di sirkuit tersebut.
”Selama ini kan di sejumlah tempat di wilayah Sulsel marak aksi balapan liar dan itu patut diduga karena potensi mereka tak bisa tersalurkan dengan baik. Nah dengan adanya sirkuit ini setidaknya bagi siapa saja yang berminat untuk ajang balapan bisa disalurkan di sirkuit ini,” tambahnya.
Sementara itu dibeberapa kesempatan, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto atas nama Pemkot Makassar menyatakan kesiapannya mengelola lahan Stadion Pacuan Kuda milik YOSS untuk dibangun sirkuit. Dengan pembangunan sirkuit tersebut akan kembali menggairahkan dunia otomotif yang sempat berjaya di Kota Makassar.
Sementara itu Ilhamsyah juga membantah tudingan Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah seperti yang disampaikan pada sejumlah media bahwa pihak ketiga YOSS telah merugikan negara Rp 2,4 T dari pengelolaan Stadion Andi Mattalatta.
Menurut Ilhamsyah, dalam pengelolaan stadion tidak menggunakan uang negara sehingga tuduhan merugikan keuangan negara dinilainya salah alamat. Pihak ketiga yang dimaksud adalah kami YOSS tapi kami tidak pernah menggunakan uang negara.
”Tidak ada kerugian negara yang kami timbulkan karena kami tidak menggunakan uang negara sepersen pun,” tambahnya.
Selama ini jelas Ilhamsyah NA selalu menyudutkan YOSS dengan alasan bahwa ada temuan KPK terhadap manipulasi uang negara dalam pengelolaan Stadion A Mattalatta (Mattoanging) sehingga pengurus YOSS beberapa kali harus menghadap kepada KPK.
Rencana renovasi stadion yang kemudian berubah menjadi pembangunan (baru) stadion adalah semata ambisi NA semata. Terbukti ketika NA ditangkap KPK dan A Sudirman Sulaiman menjabat Plt Gubernur, dia menyatakan bahwa pembangunan stadion tidak akan dilanjutkan.
Pembongkaran stadion sehingga rata dengan tanah adalah sikap arogansi NA. Karena pada saat dibongkar 21 Oktober 2020 lalu belum ada DED, anggaran belum siap dan apalagi pemenang tender pembangunan stadion juga tidak ada.
(ila)
AIM Dukung Pemkot Bangun Sirkuit
