MAMUJU, BKM — Aliansi Sulbar Bergerak melakukan aksi demonstrasi di Depan Kantor DPRD Sulawesi Barat belum lama ini. Mereka diterima anggota DPRD Sulbar dari Komisi II Hatta Kainang, Kapolres Mamuju Kombespol Iskandar serta Dandim Mamuju Kolonel Inf Tri Aji Sartono.
Aliansi Sulbar Bergerak dalam aksinya meminta 13 poin tuntutanya yang dibacakan dihadapan Gedung DPRD Sulbar agar diperhatikan. Poin utama yang berulang kali diutarakan Koordinator Aksi Sulbar Bergerak Adi Riadi adalah mengenai persoalan penggunaan dana bantuan yang masuk ke rekening Pemkab serta tidak adanya data sehingga pendistribusian tenda bantuan yang sampai hari ini masih tersimpan banyak di gudang penyimpanan BPBD Sulbar.
Diperparah ternyata tenda tersebut katanya dilelang serta polemik persoalan mengenai data yang baru-baru ini viral di media sosial mengenai data rumah yang terdata sebagai penerima bantuan Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman Kabupaten Mamuju yang didalamnya masih banyak terdapat kesalahan. Mulai dari banyaknya masyarakat yang kenyataanya rumah hancur tetapi tidak masuk dalam database tersebut sehingga memunculkan kekecewaan yang besar bagi penyitas gempa di Mamuju.
Hatta Kainang yang menerima massa aksi mengungkapkan akan melakukan secepatnya pertemuan dengan Pansus membahas persoalan tersebut. Hatta meminta agar seluruh stakeholder yang bertanggung jawab berani mempertanggung jawabkan apa yang dilakukan dan tidak lagi mengindar seperti hari ini.
Dia menambahkan kepada para massa aksi bahwa dia akan menggunakan segala upaya untuk memperjuangkan tuntutan para massa aksi.
”Kalau perlu kita gunakan kekuatan kita yakni hak interpelasi dan hak angket kalau perlu,” tandas Hatta. (*)
