Site icon Berita Kota Makassar

Plafon Masjid 99 Kubah Berjatuhan, Lantai Tergenang

MAKASSAR, BKM — Pembangunan Masjid 99 Kubah di kawasan Centerpoint of Indonesia telah menghabiskan anggaran yang tidak sedikit. Walau begitu, rumah ibadah yang digadang-gadang menjadi ikon baru Sulsel dan Makassar ini kondisinya memprihatinkan.
BKM yang berkunjung ke masjid tersebut, Selasa (16/3) mendapati kondisi yang miris. Bagian plafon di ruang utama mulai berjatuhan. Selain itu, bagian lantai tergenang air. Demikian pula di selasar masjid. Aneka jenis sampah juga terlihat di pelataran. Pemandangannya tampak kumuh.
Sebenarnya, kelanjutan pembangunan masjid ini sudah dialokasikan anggaran sebesar Rp23,5 miliar. Bahkan, Gubernur Sulsel non aktif HM Nurdin Abdullah sebelumnya menargetkan Masjid 99 Kubah sudah bisa dimanfaatkan pada bulan Ramadan tahun ini.
Namun, nampaknya rencana itu sulit terealisasi. Sebab, hingga saat ini pengerjaan konstruksi belum juga dilaksanakan. Sementara Ramadan tersisa sebulan lagi.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan kelanjutan pembangunan Masjid 99 Kubah masih tahap proses lelang. Ia tidak menjelaskan apakah sudah bisa digunakan atau tidak saat Ramadan yang tinggal hitungan hari. “Tunggu saja. Itu kan sudah masuk proses lelang,” ujarnya singkat, Selasa (16/3).
Dihubungi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappelitbangda Sulsel Andi Darmawan Bintang, mengatakan masih menimbang, apakah tetap akan memberikan akses masyarakat untuk beribadah di Masjid 99 Kubah, atau harus merampungkan bangunannya terlebih dahulu.
“Kalau kita lihat ruangnya, sebenarnya sudah bisa (dipakai). Hanya saja, namanya bangunan masih dalam konstruksi, jadi perlu disiapkan dengan baik. Apakah dipakai dalam kondisi sekarang sudah aman bagi jamaah atau tidak,” jelas Darmawan Bintang.
Menurut Darmawan, ada banyak pertimbangan untuk pemanfaatan masjid tersebut. Khususnya keamanan dan keselamatan masyarakat. Walau begitu, ia menegaskan bahwa pembangunannya tidak akan dihentikan. “Masak (pembangunan) masjid mau dihentikan. Anggarannya sudah masuk di APBD tahun ini,” ucapnya.
Diketahui, di laman LPSE Sulsel, lelang konstruksi masih berlangsung. Tahapannya memasuki evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis dan harga. Lelang ini diikuti oleh 64 peserta.

Perlu Percepatan

Dihubungi terpisah, Ketua Kaukus 99 Dr Hasrullah berharap agar Plt Gubernur Andi Sudirman Sulaiman lebih mempercepat akselerasi rencana kelanjutan pembangunan Masjid 99 Kubah. Dari pertemuan antara pihak kaukus dengan ASS baru-baru ini, telah terjalin komunikasi yang positif dan sehat.
”Kaukus 99 selalu mengingatkan kepada pemerintah untuk segera membenahi dan merampungkan pembangunan Masjid 99 Kubah. Sebenarnya semua sudah berjalan, namun perlu percepatan. Karena sebelumnya oleh gubernur, Januari 2021 sudah mulai dikerjakan. Tapi sampai sekarang belum,” terang Hasrullah melalui sambungan telepon, Selasa sore (16/3).
Menurutnya, dialog serta komunikasi timbal balik sangat penting dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Dia pun berharap, pemenang tender kelanjutan pembangunan Masjid 99 Kubah bisa segera ditetapkan untuk kemudian melaksanakan pengerjaan.
”Kami memberi kepercayaan sepenuhnya kepada plt gubernur. Harapan kita, masjid tersebut bisa segera dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah,” jelasnya.
Dalam pertemuan Kaukus 99 dengan ASS, plt gubernur meminta masyarakat bersabar menunggu masjid tersebut bisa segera digunakan. Disampaikan pula soal dana wakaf yang berhasil dikumpulkan Kaukus 99, nantinya akan diserahkan jika sudah ada terbantuk yayasan atau pengurus Masjid 99 Kubah. Untuk saat ini, dana yang merupakan donasi tersebut tersimpan di bank.
”Dari pembicaraan kami dengan plt, disampaikan pula bahwa untuk kelanjutan pembangunan Masjid 99 Kubah dialokasikan anggaran dua tahap. Untuk tahap pertama Rp23 miliar dan dilaksanakan tahun ini. Tahapan selanjutnya tahun 2022 mendatang,” tandas Hasrullah. (nug)

Exit mobile version