Site icon Berita Kota Makassar

Jokowi Hanya Melintas di Tol Layang

MAKASSAR, BKM — Presiden RI Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan, Kamis (18/3). Ia meresmikan dua megaproyek, yakni Bandara Buntu Kunik di Tana Toraja dan Kolam Regulasi Nipa-nipa yang terletak di perbatasan tiga daerah, yakni Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Gowa.
Tol layang Andi Pangerang Petta Rani yang sebelumnya juga digadang-gadang akan diresmikan oleh presiden, ternyata tidak jadi. Peresmiannya dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indonesia Basuki Hadimuljono yang dipusatkan di atas tol layang.
Jokowi dan rombongan hanya lewat di atas tol usai diresmikan. Iring-iringan kendaraan presiden awalnya melaju dari arah Jalan Urip Sumohardjo dan berbelok kiri ke Jalan AP Petta Rani. Sesampainya di bukaan jalan melewati gedung DPRD Kota Makassar, rombongan berbelok kanan lalu meluncur naik ke atas tol untuk menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Sebelumnya, pada peresmian tol layang, Menteri PUPR menyebutkan, infrastruktur sepanjang 4,3 km ini dapat menjadi alternatif transportasi warga Makassar sehingga dapat mengurai kemacetan.

“Saya diberikan mandat untuk meresmikan jalan tol layang Petta Rani ini dengan harapan bisa mengurai kemacetan dan memacu laju ekonomi di Kota Makassar,” ujarnya.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang turut hadir bersama Dirjen Bina Marga dan perangkat terkait lainnya, mengatakan peresmian ini ibarat mimpi yang menjadi kenyataan.

“Terharu dan bahagia akhirnya ikon baru di Kota Makassar bisa diresmikan hari ini. Mimpi kami kini menjadi nyata. Dengan adanya tol layang ini, selain bisa mengurai kemacetan juga dapat dimanfaatkan warga berolah raga, seperti bersepeda,” kata Danny.

Danny menambahkan, dioperasikannya tol layang ini akan menjadi roda penggerak ekonomi di Makassar. Meski terkenal dengan dinamikanya yang tinggi, namun ia optimistis tidak akan mengganggu perputaran perekonomian.

“Makassar dikenal dengan dinamika yang cukup tinggi dan kerap terjadi unjuk rasa. Namun dengan hadirnya jalan tol layang ini, saya optimis hal itu tidak akan mengganggu perputaran ekonomi,” tandasnya.

Sekolah Tatap Muka

Salah satu agenda yang dihadiri oleh presiden adalah memantau Festival Smart Vaksin yang digagas Pemerintah Kota Makassar. Kegiatan ini dipusatkan di Hotel Dalton, Jalan Perintis Kemerdekaan. Sebanyak 500 orang yang merupakan guru dari berbagai sekolah di Makassar melakukan vaksinasi.
Di tempat ini, Jokowi sempat berbincang dengan sejumlah peserta yang akan divaksin. Termasuk berdialog dengan vaksinator yang sedang bertugas. “Saya berkunjung ke Makassar ini untuk melihat (memantau) langsung pelaksanaan vaksinasi, ” ungkap Jokowi di hadapan seluruh audiens, sesaat sebelum meninggalkan Hotel Dalton.
Dia mengatakan, dalam festival vaksin tersebut ada 500 guru yang divaksin dari total 8.000 guru yang ada di Makassar. Dia berharap setelah seluruh guru di kota ini tuntas disuntik vaksin, Pemkot Makassar sudah bisa mulai melakukan uji coba sekolah tatap muka secara terbatas.
“Kita harapkan nanti dari total 8.000 guru yang ada di Makassar, apabila semuanya telah selesai, kita harapkan ada uji coba tatap muka secara terbatas,” ungkap Jokowi.
Dari situ, akan dilakukan evaluasi. Kemudian, di bulan Juni, pada awal tahun ajaran baru, juga akan dilakukan sekolah tatap muka secara terbatas.
“Dari situlah kita evaluasi, apakah selanjutnya bisa secara penuh. Mungkin pada bulan-bulan setelah itu,” tambah Jokowi.
Dia berharap proses vaksinasi secara massif tidak hanya dilakukan di Makassar, Provinsi Sulsel. Tapi juga di provinsi lain.
“Saya sudah perintahkan secepatnya dan sesegera mungkin melakukan vaksinasi. Utamanya kepada para guru, lansia, petugas publik agar vaksinasi ini semakin hari makin cepat dan semakin banyak, sehingga kita bisa mengurangi laju penyebaran Covid-19,” tandasnya.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan festival ini adalah salah satu dari pencanangan Makassar Recover. “Kini kita fokus Makassar Recover. Kita berharap festival ini bisa membentengi kekebalan tubuh masyarakat dari serangan virus Covid-19,” ujarnya yang ikut mendampingi presiden.
Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulsel dr Wahyudi Muchsin, menjelaskan IDI mendukung semua kebijakan yang diambil pemerintah guna memutus penularan Covid-19. Termasuk memprioritaskan para guru untuk divaksin.
Namun, kata lelaki yang akrab disapa dr Yudi ini, setelah divaksin, guru diharapkan bisa melakukan pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 Kuantitatif (Spike-Receptor Binding Domain/Spike-RBD) untuk mengukur titer antibodi terhadap virus Covid-19. “Setelah vaksin agar semua aman baik guru dan peserta didik,” jelasnya.
Dia melanjutkan, seluruh warga sekolah, termasuk guru dan staf sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki risiko yang sama untuk tertular dan menularkan Covid-19, dipastikan sudah divaksin. Idealnya, untuk Sulawesi Selatan, 1.200-1.300 setiap hari pemeriksaan swab/PCR di luar pemeriksaan penderita positif Covid-19 .
Setelah itu, kepada pendidikan disiplin hidup bersih sehat, penerapan protokol kesehatan 3M dari rumah hingga ke sekolah. Termasuk mempersiapkan kebutuhan penunjang kesehatan anak seperti masker, bekal makanan dan air minum, pembersih tangan, hingga rencana transportasi harus steril.
“Semua itu sebagai langkah antisipatif dan pencegahan agar tidak terjadi penularan Covid-19 saat proses belajar tatap muka dilakukan,” tandasnya.

Belum Rampung

Walaupun belum rampung, Bandara Buntu Kunik di Tana Toraja tetap diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Menurut Jokowi, konektivitas pariwisata di Sulsel akan semakin baik dan berkembang dengan diresmikannya bandara ini. Karena penerbangan secara langsung sudah bisa dilakukan baik dari Makassar, Jakarta maupun Bali.

Meskipun telah diresmikan, Jokowi menyatakan terus mendorong penyelesaian bandara Buntu Kunik secara cepat.

“Hampir setiap enam bulan selalu saya tanyakan kepada Menteri Perhubungan, kapan airport di Tana Toraja bisa selesai? Dan akhirnya hari ini (kemarin) bisa kita resmikan dan sudah beroperasi. Kita patut bersyukur, Alhamdulillah,” kata Jokowi.

Disebutkan presiden, anggaran yang digunakan untuk melakukan penyelesaian bandara ini berkisar Rp 800 miliar. Untuk runway sepanjang 2.000 meter harus memotong tiga bukit. Tanah yang harus dipindahkan dari bukit tersebut kurang lebih 6 juta meter kubik.

Ia pun berharap, dengan dibukanya bandara ini konektivitas pariwisata akan semakin baik dan berkembang. ”Akses menuju ke sini bisa langsung, baik dari Makassar, Bali dan Jakarta, juga daerah lainnya,” imbuhnya.

Adapun destinasi wisata Toraja seperti Negeri di Atas Awan, Pango-pango dan Kete Kesu, bisa dengan mudah dinikmati, karena akses transportasi yang tersedia. Hadirnya bandara ini juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan daerah dan menciptakan lebih banyak lagi lapangan kerja, serta memicu dan menghidupkan sentra-sentra ekonomi baru.

Di tempat yang sama, presiden meresmikan pula Bandara Pantar Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bandara ini dibangun sejak 2014 dan dilengkapi dengan terminal yang melayani 35 ribu penumpang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, bandara Buntuk Kunik dibangun dengan runway 2.000 meter, tetapi efektif baru digunakan 1.700 meter dengan lebar 30 meter. Bisa menampung 45.000 orang dalam satu tahun.

“Untuk mencapai suatu tempat yang termasyur dan indah sekali, kita sudah membangun bandara ini sepanjang 2.000 meter. Tetapi yang efektif digunakan baru 1.700 meter dengan lebar 30 meter. Dalam setahun bisa menampung 45.000 orang,” paparnya.

Bandara Toraja telah mendekatkan jarak tempuh. Toraja pernah menjadi salah satu destinasi wisata terbaik kedua nasional setelah Bali. Namun karena adanya isu akses, kemudian menjadikan Toraja kurang diminati.

Selanjutnya, Pemprov Sulsel merencanakan Bandara Buntu Kunik menjadi bandara international yang dapat melayani rute Jakarta-Toraja-Bali.

Butuh Waktu Lima Tahun

Agenda terakhir presiden dalam kunkernya kali ini adalah meresmikan Kolam Regulasi Nipa-nipa. Di lokasi peresmian, Jokowi mengatakan bahwa perjuangan untuk melakukan pembangunan di Sulsel tidak mudah. Untuk meresmikan Kolam Nipa Nipa, pemerintah membutuhkan waktu lima tahun untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

“Jadi kolam regulasi ini ada di tiga wilayah yaitu Maros, kemudian Makassar sedikit, kemudian di Gowa juga sedikit. Tapi banyak fungsi, ya untuk Kota Makassar,” terangnya.

Jokowi mengatakan, kolam Nipa-nipa yang dibangun sekian lama tersebut menghabiskan dana sebanyak Rp320 miliar.

“Ini mencakup 83 hektare luasnya, karena memang sangat luas sekali. Hampir mirip dengan waduk. Volume tampungannya 2,7 juta meter kubik sehingga ini bisa mengurangi banjir,” katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan perkembangan kolam Nipa-nipa kepada Presiden. Kata dia, pihaknya telah dapat  mereduksi 1.000 hektare genangan air di Sulsel, khususnya di Makassar.

“Alhamdulillah, ini sudah berhasil dilakukan dan melihat perencanaan tadi akan ditambah 500 hektare yang akan mengurangi genangan yang ada di Makassar,” ucap Andi Sudirman. (rhm-nug)

Exit mobile version