MAKASSAR, BKM — Kontestasi pemilihan gubernur (pilgub) Sulsel masih cukup lama, yakni tahun 2024 mendatang. Walau begitu, sedikitnya ada tiga partai politik (parpol) yang telah mempersiapkan kadernya untuk maju bertarung di perhelatan lima tahunan itu.
Partai Golkar menggadang-gadang Ketua DPRD Taufan Pawe, Gerindra mengajukan Andi Iwan Darmawan Aras, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyiapkan Azhar Arsyad. Sebagai partai pemenang pemilu di Sulsel, Golkar yang kini dipimpin oleh Taufan Pawe (TP) dinilai paling siap.
Bagaimana kesiapan TP untuk maju di pilgub Sulsel? Juru bicara DPD I Golkar Sulsel dr Zarwa Mochtar, mengakui jika dukungan pengurus DPD I, DPD II hingga pimpinan kecamatan (pincam) tentu menginginkan kader partai berlambang pohon beringin rindang ini maju di pilgub mendatang.
“Dalam beberapa bulan terahir, dukungan DPD II terus mengalir agar Pak Taufan Pawe siap maju di pilgub nanti,” ujar Zalwa Mochtar, Sabtu (20/3).
Tentang kesiapan TP untuk maju di pilgub Sulsel, pengamat politik dari Unibos Dr Arief Wicaksono mengaku jika wali kota Parepare dua periode itu serius. “Saya pikir beliau (TP) serius ketika di awal-awal menduduki jabatan ketua Golkar Sulsel. Apalagi beliau dulu juga sempat bertemu dengan Gubernur (non-aktif) Nurdin Abdullah untuk penjajakan awal pakel NA-TP,” jelas Arief.
Indikator keseriusan TP juga bisa lihat bagaimana ia secara serius mengonsolidasikan DPD II se-Sulsel, termasuk di Makassar. “Akan tetapi, setelah peristiwa penangkapan NA oleh KPK, konstalasi politik berubah. TP minimal harus kembali mengevaluasi targetnya, meskipun secara politik kendaraan untuk maju dirinya sudah punya,” ucap Arief.
Hal sama dilontarkan pengamat komunikasi politik dari UIN Alauddin Makassar Dr Firdaus Muhammad. Kata dia, TP memiliki modal politik sebagai ketua partai dan walikota dua periode. “Selebihnya perlu aktif sosialisasi,” jelas Firdaus Muhamad.
Hingga kini, baru empat daerah yang telah melahirkan ketua DPD II Golkar dari musyawarah daerah (musda) yang dilaksanakan. Tiga di antaranya kader baru, yakni Yohannis Bassang alias Ombas di Toraja Utara, Munafri Arifuddin di Makassar, dan Andi Ilham Zainuddin dari Pangkep. Sementara satu lagi sang petahana dari Kabupaten Kepulauan Selayar, yakni Basli Ali.
Baru saja TP mengelar pertemuan dengan seluruh anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel. Dalam pertemuan itu, ia juga meminta agar anggota fraksi harus kritis dan memperjuangkan apa yang menjadi kepentingan masyarakat banyak. Hadir dalam pertemuan ini Kketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari.
Dua Calon Tunggal
Mantan Ketua DPD II Golkar Jeneponto H Iksan Iskandar Kr Ninra diyakini akan kembali terpilih sebagai ketua pada Musyawarah Daerah (Musda) Golkar ke X. Hal itu disampaikan tim sukses Iksan Iskandar, bahwa sang petahana sangat berpeluang memenangkan musda nanti.
LO Iksan Iskandar, Sudirman Sappara mengemukakan, pada musda nanti Iksan berpeluang karena masih sangat dibutuhkan. Selain cakap dalam berargumen, juga kapabel dalam memimpin partai.
“Pak Iksan Iskandar terbukti berprestasi. Di antaranya memenangkan pilkada Jeneponto periode 2018-2023,” ujar Sudirman Sappara saat dihubungi di Sekretariat Golkar Jeneponto Jalan Sultan Hasanuddin, Sabtu (20/3).
Selain itu, orang nomor satu di Jeneponto ini juga berprestasi pada saat penyelenggaraan pemilihan presiden. Ia berhasil mengantar Golkar untuk meraih sejumlah kursi di DPRD Jeneponto.
”Capaian yang sebelumnya hanya empat kursi, kini menjadi enam kursi, sekaligus berhasil menempatkan kadernya pada posisi wakil ketua I DPRD Kabupaten Jeneponto hingga membentuk lebih dari satu fraksi,” jelasnya.
Karenanya, Sudirman menilai jika bupati Jeneponto dua periode tersebut bisa kembali terpilih menjadi ketua DPD II. “Jika Iksan Iskandar terpilih, maka dalam kepemimpinannya kelak akan mampu menjayakan Partai Golkar,” tandasnya.
Hal senada juga disampaikan Pimpinan Kecamatan Bangkala Ahmad Kr Sanggu. Dirinya juga membeberkan keberhasilan Iksan Iskandar yang telah menorehkan banyak prestasi sejak memimpin Golkar Jeneponto. “Kami akan menjadi garda terdepan dalam mengawal kemenangan beliau dan mendorong untuk aklamasi. Kita telah membangun komunikasi ke seluruh pincam se-kabupaten Jeneponto untuk mengawal kemenangan ini,” terangnya.
Sebelumnya, DPD I Golkar Sulsel telah menggelar uji kelayakan dan kepatutan untuk bakal calon ketua DPD II Jeneponto dan Golkar Gowa. Uji kelayakan dipimpin langsung Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe didampingi sejumlah panelis. Di antaranya Marzuki Wadeng, La Kama Wiyaka, Herman Heizer, Nasruddin Nawawi, Rahman Pina, dan dr Salwa Mochtar.
Dari Jeneponto, uji kelayakan diikuti Iksan Iskandar. Sementara dari Gowa ada Ambas Syam, Yusuf Sommeng, Andi Ishak, dan Hoist Bachtiar.
Di Kabupaten Maros, Wakil Bupati Hj Suhartina Bohari juga menjadi calon tunggal. Hal itu setelah Ketua DPRD Maros Patarai Amir tidak mengembalikan formulir pendaftarannya.
Pendaftaran yang dibuka sejak Senin (15/3) hingga Rabu (17/3) itu, merupakan satu rangkaian tahapan pelaksanaan musda. “Tahapan musda, yakni pembukaan pendaftaran bakal calon ketua sudah ditutup hari Rabu (17/3) pukul 23.59. Hanya satu yang mengembalikan, yakni ibu Suhartina Bohari,” kata Ketua SC Musda Golkar Maros Dania Sattar.
Dengan hanya ada satu bakal calon ketua, kata dia, pemilihan ketua di musda dipastikan akan berlangsung aklamasi. Apalagi semua berkas pendaftaran Suhartina telah dinyatakan lengkap.
“Ya, bisa dibilang hampir pastilah (aklamasi). Karena kan hanya ada satu orang saja. Terakhir itu, KTA ibu Suhartina juga sudah dibawa ke kami. Jadi semua sudah lengkap, termasuk diskresinya,” lanjutnya.
Meski jadwal pendaftaran sudah berakhir, pihak panitia musda mengaku belum mendapatkan jadwal pasti pelaksanaan musda dari DPD 1 Golkar. (krk-ari/c)
