PAREPARE, BKM–Wakil ketua DPRD Sulsle Syaharuddin Alrif mendampingi Komisi B meninjau langsung Pasar Modern Tradisional Jompie Parepare, Minggu (21/3). Pasar tersebut merupakan aset Pemprov Sulsel yang terdiri dari 70 kios yang terisi 27 kios dengan retribusi Rp 2.000,-/hari (Wah ini murah sekali) dan belum dikenakan sewa kios.
Ada juga yang mengisi kios tetapi tidak membuka kiosnya dan itu akan dikenakan sanksi dengan aturan yang sudah berlaku.
Pasar modern ini pun memiliki cafe untuk berkumpulnya anak muda di kota Parepare di sore dan malam hari. Cafe ini juga bertujuan menarik masyarakat untuk bisa berkumpul di pasar modern Tradisional ini dengan membahas hal yang positif yang bisa memajukan pasar tersebut.
Syaharuddin Alrif melanjutkan kujungannya dengan mengelilingi beberapa kios yang sudah terisi salah satunya yang menjual makanan dan makanan khas yang dijual itu kepiting yang bisa meraup keuntungan sebesar Rp. 600.000/harinya.
Kemudian rombongan melanjutkan ke kios berikutnya yang menjual kerajinan tangan yang sistem penjualannya itu bisa melalui online dan bisa juga offline yang artinya bertemu langsung dengan penjualnya. Berikutnya, para wakil rakyat mengunjungi kios yang menjual tanaman yang dinamakan media tanam soreang. Kios tersebut menjual berbagai macam pupuk tanaman.
Dalam kunjungan kerja tersebut juga diselingi dengan perbincangan bersama Sekretaris Dinas Perdagangan Prov. Sulsel dan Asisten 2 pemerintah Kota Parepare terkait anggaran yang akan dialokasikan oleh pemprov bersama DPRD Prov. Sulsel ke Pasar Modern Tradisional Jompie sebagai stimulus agar lebih maju kedepannya dan bisa bersaing dengan pasar pada umumnya, juga terkait kerjasama yang bisa dijalin dengan Pemkot Parepare dalam rangka pengembangan dan kemajuan pasar tersebut. (rif)
DPRD Sulsel Pantau Asset Pemprov di Parepare
