Site icon Berita Kota Makassar

Pemprov akan Lanjutkan Proyek Kereta Api

MAKASSAR, BKM–Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan akan kembali melanjutkan pengerjaan jalur Kereta Api Trans Sulawesi.

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Muhammad Arafah, bahkan menyebutkan jalur Tonasa-Garongkong ditargetkan tahun ini beroperasi.
Ia mengatakan, semuanya on the track, utamanya pembebasan lahan dibeberapa wilayah. Termasuk pembebasan lahan untuk Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) sudah mencapai 93 persen.
“Pembebasan lahan di Maros ini kita target selesai bulan depan,” ungkap Muhammad Arafah.
Sementara pembebasan lahan di kabupaten Maros baru mencapai 63 persen. Meskipun demikian, sambung Arafah, pembebasan lahan di Maros juga ditarget rampung akhir tahun 2021. Sedangkan Kabupaten Barru sudah mencapai 100 persen.
“Kereta API terus on the track dan rakhir tahun ini diupayakan sudah beroperasi Tonasa-Garongkong, selanjutnya pembebasan jalan, sudah mencapai 93 persen di Pangkep, 63 Maros. Pembebasan lahan bulan depan untuk Pangkep sudah mencapai 100 persen, Maros mudah-mudahan akhir tahun ini sudah selesai. Barru sudah 100 persen,” ungkpnya, kemarin.
Sementara Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Timur, Jumardi mengaku, tahun ini pihaknya akan merampungkan jalur Kereta Api Pangkep-Maros. Sedangkan untuk Barru telah selesai termasuk ke arah pelabuhan Garongkong.
Untuk pembebasan lahan sendiri, Jumardi mengaku, masih berproses saat ini untuk pembebasannya. Jadi untuk Pangkep itu, per 12 Januari ada yang telah terbayarkan langsung ke masyarakat ada juga konsinyasi.
Dari 1.820 bidang, ada 141 bidang pembayaran langsung ke masyarakat, sedangkan 1676 dititipkan ke pengadilan negeri yang diterima ke masyarakat 808 bidang. Tersisa di pengadilan 868 bidang
Untuk proses pengajuan di LMAN, ia menyebutkan ada 20 bidang pembayaran langsung, dan pendaftaran konsinyasi lanjutan ada 91 bidang.
Jumardi menambahkan, sedangkan untuk proses pengadaan lahan sidding track di Kabupaten Pangkep, progresnya ada yang sudah pengajuan pembayaran ke LMAN dan proses validasi atau konsinyasi oleh BPN.
“Khusus Sidding track Pangkep ini, ada 13 bidang pembayaran langsung ke masyarakat.Sementara 499 bidang masyarakat setuju validasi, 116 bidang, pemilik belum memberikan pernyataan,” sebutnya.
Menurutnya, berbicara lahan ini prosesnya memang agak lama, pendekatan yang dilakukan setiap orang berbeda.
“Kami harap bisa selesai semua secepatnya, kalau target di pertengahan tahunlah bisa selesai semuanya,” ujar Jumardi.(nug)

Exit mobile version