Site icon Berita Kota Makassar

BPS Akui Perekonomian di Sulsel Membaik

MAKASSAR, BKM–Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan kuartal I tahun 2021 di awal Mei mendatang. Meskipun demikian, Kepala BPS Wilayah Sulsel, Yos Rusdiansyah memproyeksi ekonomi Sulsel sudah mengalami pertumbuhan secara positif.
Yos sapaanya tidak menyebutkan angka proyeksi pertumbuhan ekonomi Sulsel kuartal I tahun 2021. Ia mengatakan pada dasarnya pertumbuhan ekonomi Sulsel jauh lebih baik dibandingkan dengan provinsi.
Hal tersebut dapat dilihat, sambung Yos pertumbuhan ekonomi Sulsel pada kuartal III tahun. Ekonomi Sulsel Sulsel terkontraksi 3,18 persen, kemudian pada kuartal IV tahun 2020 Pertumbuhan Ekonomi Sulsel, tersisa 0,70 persen.
“Mudah-mudahan demikian, kita melihat warga yang beraktivitas di Kota Makassar khususnya sudah ramai, artinya perekonomian sudah mulai juga aktif,” ungkap Yos, kemarin.
Menurut Yos, selama ini pertumbuhan ekonomi Sulsel didominasi dari sektor pertanian, industri dan perdagangan.
“Mudah-mudahan saja, pada kuartal I satu sudah tumbuh positif. Karena secara nasional, tahun 2021 ini pertumbuhan ekonomi di Indonesia tumbuh 4,5 persen,” tandasnya.
Secara virtual pada keterangan pers APBN KiTa, Selasa lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2021 masih berada di zona negatif. Sri Mulyani mengatakan, kinerja perekonomian bakal mengalami kontraksi di kisaran minus 1 persen hingga minus 0,1 persen.
“Kuartal I masih di-range minus 1 persen ini terdalam, hingga minus 0,1 persen,” kata Sri Mulyani.
Sri Mulyani mengatakan, sebenarnya pihaknya berharap pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2021 bisa mendekati zona netral atau 0 persen.
Sebab, pemerintah telah berupaya untuk mendongkrak kinerja perekonomian dengan beragam insentif serta stimulus.
Selain itu, sejak awal tahun roda perekonomian sudah mulai tergerak, serta kegiatan masyarakat juga mulai kembali berjalan meski secara terbatas. Pemerintah di sisi lain juga telah menjalankan program vaksinasi.
“Kita berharap sebenarnya bisa mencapai zona netral, tapi mungkin masih mendekati negatif 0,1 persen,” ujar Sri Mulyani.
Sementara itu untuk kinerja perekonomian sepanjang tahun, pemerintah masih belum mengubah proyeksi yang terdapat dalam target APBN 2021. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan tumbuh di kisaran 4,5 persen hingga 5,3 persen.
“Dengan tanda-tanda ini, pemulihan ekonomi makin kuat dan akan terjaga. Proyeksi pertumbuhan ekonomi kami masih di 4,5 persen hingga 5,3 persen,” ucap Sri Mulyani.(nug)

Exit mobile version