MAKASSAR, BKM–Kementrian Perindustrian fokus tiga pilar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi covid-19 yang hingga saat ini masih berlangsung.
Tiga pilar yang dimaksud antara lain, investasi, teknologi, dan sumber daya manusia (SDM). Dari ketiga komponen tersebut, potensi besar bagi Indonesia adalah ketersediaan SDM yang berkualitas.
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Sulawesi Selatan, Ahmadi Akil menyebutkan, apa yang dicanangkan Kementrian Perindustrian tersebut, saat ini tengah dijalankan atau ditindaklanjuti sesuai Peraturan Gubernur Sulsel.
Ia menyebutkan adapun bentuk dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulsel melalui perindustrian untuk pilar meningkatkan investasi yakni pembangunan Kawasan Industri Takalar sementara peningkatan SDM adalah pemberian pelatihan kepada pelaku Industri Kreatif Ienengah (IKM).
“Saya kira apa yang dicanangkan Kementrian Perindustrian kami sedang lakukan di Pemprov Sulsel yakni menghadirkan investor untuk berinvestasi seperti Kawasan Industri Takalar. Peningkatan SDM menuju industri 4.0, program kita Inovasi produk, peningkatan mutu produk bagi pelaku IKM,” ujar Ahmadi, Rabu (24/3).
Terkhusus pengembangan industri di Sulsel. Ahmadi mengatakan, tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Sulsel, sesuai potensi industri masing-masing wilayah atau kabupaten/kota.
Antara lain, pengolahan kerajinan kerang di Kota Pare pare, sementara Kota Makassar pengembangan industri kulit sapi dan perak.
“Pengembangan kulit sapi ini di Kota Makassar sebelumnya tidak bisa dilakukan karena tidak memiliki Perda. Tapi Perdanya sudah sekarang maka pengembangan industri ini sudah bisa dilakukan,” ungkapnya.
Sementara pengembangan industri di Kabupaten Luwu Timur dan Luwu Utara. Kata Ahmadi adalah pengembangan kerajinan rotan sementara di Kabupaten Wajo dan Soppeng adalah pengembalian kejayaan Sutera dan di Kabupaten Jeneponto adalah pengembangan industri abon kuda.
“Kalau di Kabupaten Sidrap itu pengolahan mete. Jadi Dinas Perindustrian provinsi itu membuat program sesuai usulan kabupaten kota masing-masing. Usulan kabupaten kota itu, kita verifikasi berdasarkan industri unggulannya. Apakah bahan bakunya tersedia atau tidak,” ungkap Ahmadi.
Lebih jauh Ahmadi mengatakan selain memberikan pembinaan terhadap pelaku IKM, Dinas Perindustrian Sulsel juga membantu pelaku IKM di Sulsel untuk mendapatkan legalitas produk.
“Legalitas produk sangat penting agar mampu bersaing dan tahun ini, Disperin Sulsel memfasilitasi 150 pelaku untuk mendapatkan sertifikat halal dan 60 HAKI,” ujarnya.
Saat membuka Pelatihan DIKLAT 3 In 1 serentak 7 BDI secara virtual, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Kementrian Perindustrian terus mendorong pertumbuhan industri di tengah pandemi covid-19.
Ia menyebutkan terdapat tiga pilar utama yang menjadi perhatian untuk mendorong pertumbuhan industri di Indonesia. Antara lain investasi, teknologi, dan sumber daya manusia (SDM).
“Sesuai arahan bapak presiden bahwa pembangunan nasional saat ini difokuskan pada pembangunan SDM yang berkualitas, untuk itu perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka.(nug)
Pemprov akan Hadirkan Investor ke Sulsel
