Site icon Berita Kota Makassar

Dewan Kecewa Penerima Bansos Turun

MAKASSAR, BKM–Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar mengaku kecewa karena penerima bantuan sosial (Bansos) melalui keluarga penerima manfaat turun sebanyak 27.900 penerima.
Dewan bahkan mempertanyakan kinerja dinas sosial atas kurangnya bantuan yang diberikan ke penerima manfaat.
Menurut Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar, Abd Wahab, dikhawatirkan akan terjadi keributan dan kesenjangan ketika bantuan sosial tersebut diberikan hanya kepada 11.025 KPM saja, padahal jumlah KPM mencapai 39.000 yang telah diajukan ke pemerintah pusat. Angka tersebut tidak mencakup keseluruahn bantuan yang diberikan ke warga kota Makassar.
“Catatan yang kami berikan ke dinsos, masyarakat penerima manfaat berjumlah 39.000 per Februari. Tapi setelah dicek per Maret hanya tinggal 11.000 penerima yang diajukan dinsos. Berarti ada sekitar 27.900 orang yang tidak terima. Ini bisa ricuh,” ungkapnya, Kamis (25/3).
Lanjutnya bahwa berdasarkan lampiran surat nomor 692/4.4.3/BS/3/2021 tertanggal 22 Maret tentang instruksi setting wallet KPM program sembako Maret 2021 dari pusat informasi dan komunikasi Kementrian Sosial yang diajukan dinsos hanya 11.025 KPM.
“Kita sudah panggil dinsos untuk mengatasi kekurangan bantuan ini. Karena ketika nanti dibagikan pasti ada kecemburuan yang terjadi dan bantuan yang diberikan tidak merata, makanya perlu ada pengajuan ke pusat,” ujarnya.
Begitupun yang dikatakan Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Fatmawati Wahyuddin. Ia menggungkapkan, kalau data yang dikeluarkan pertanggal 22 Maret itu berpotensi terjadi polemik. Sesuai data yang ada, setiap KK diisi minimal tiga orang.
“Nilai angka penerima bantuan KPM tidak masuk akal. Kalau berkurang 1.000 yah mungkin bisa diterima, ini berkurangnya hingga 27.000 orang. Coba bayangkan sudah antri lama tiba-tiba nama penerima tidak tercatat. Ini bisa ribut,” jelasnya.
Apalagi dalam waktu dekat masyarakat akan menyambut ramadan sehingga semestinya bantuan-bantuan seperti ini sangat diperlukan.”Kita perlu mengatasi masalah ini, karena bisa dipastikan bakal bermasalah ketika ada yang dapat ada yang tidak,” ujarnya.(ita)

Exit mobile version