SIDRAP, BKM — Tumbuhan liar eceng gondok yang memenuhi perairan Danau Sidenreng kerap dianggap gulma pengganggu.
Tapi itu dulu. Sebentar lagi, eceng gondok justru bakal jadi rebutan oleh masyarakat Sidrap. Mengapa? Sebab tumbuhan itu akan ‘disulap’ menjadi produk yang bernilai ekonomis.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidrap, Ahmad Dollah di kantornya, Kamis (25/3) menjelaskan pihaknya bekerjasama Ikatan Kekerabatan Masyarakat (IKM) Sidrap, plus Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unhas Makassar akan menggelar pelatihan pengelolaan eceng gondok kepada masyarakat.
“Program pelatihan yang direncanakan sehabis idulfitri itu, digagas Prof Andi Alimuddin Unde selaku Ketua IKM Sidrap sekaligus Ketua LPPM Unhas,” ujar Ahmad Dollah.
Pihaknya telah mengundang para kepala desa dan lurah serta BUMDes wilayah pesisir danau untuk membicarakannya.
“Tadi hadir pemerintah desa dan kelurahan dari Sidenreng, Wette, Lajonga, Bapangi, Allesalewoe, Lise, Teteaji, Polewali dan Mojong,” kata Ahmad Dollah.
Sementara itu, Ketua IKM Sidrap Prof Andi Alimuddin Unde berjanji akan mendatangkan tenaga ahli dari Balai Diklat Industri Yogyakarta.
“Kami akan minta agar instruktur mengupas habis bagaimana cara memanfaatkan tumbuhan itu menjadi sesuatu yang bermanfaat. Acaranya nanti akan dilaksanakan di Desa Lise, Kecamatan Panca Lautang,” akunya
Di Yogyakarta, sebutnya, eceng gondok bukan lagi sebagai momok. Sebaliknya, eceng gondok malah menjadi tanaman yang diperebutkan sebagai bahan utama pembuatan pupuk dan produk kerajinan. (ady/C)
Disperindag Berdayakan Masyarakat Lewat Gulma
