Site icon Berita Kota Makassar

Pilbup Takalar Masih Ajang Pertarungan Syamsari- Bur

TAKALAR, BKM–Kontestasi pemilihan bupati (pilbup) di Kabupaten Takalar diperkirakan masih menjadi ajang pertarungan dua kubu yakni Syamsari Kitta berhadapan dengan kubu Burhanuddin Baharuddin.
Pilbup yang seharusnya digelar 2022 harus diundur ke November 2024.
Ada beberapa nama-nama muncul dan diprediksi ingin maju selain petahana diantaranya wakil bupati Ahmad Daeng Sere, legislator Partai Golkar Sulsel Fachruddin Rangga, mantan wakil bupati Natsir Ibrahim, legislator PKB Sulsel Hengky Yasin, pengacara Yusuf Gunco, anggota DPR RI dua periode Hamka B Kadi, termasuk mantan bupati Burhanuddin Baharuddin.
Nama lainnya juga tetap terbuka untuk melirik pilbup Takalar diantaranya dari Partai Gerindra, PAN hingga sejumlah birokrat
Pemerhati politik yang juga Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia (PT IPI) Suwadi Idris Amir menilai jika pilbup Takalar masih menjadi ajang pertarungan antara petahana Syamsari versus kubu Burhanuddin Baharuddin.
Menurutnya, kubu Bur tunggu regulasi apakah sudah bisa maju atau mendorong sang adik yakni Fachruddin Rangga.
“Di Takalar kedua kubu ini yang masih kuat basis-basis elektoralnya. Apalagi jika Fachruddin Rangga yang didorong maju melawan petahana Syamsari Kitta, tentu jauh lebih dinamis. Sebab Rangga pengendali tim utama Kubu Bur 2012 dan 2017 lalu,” kata Suwadi, Minggu (28/3).
Dia melanjutkan, Rangga yang sudah dua periode duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Sulsel adalah figur kuat yang cukup mampu merawat basis-basis Bur dan juga basis-basis pendukungnya di Pileg 2014 dan 2019.
Sementara Syamsari walaupun statusnya petahana namun tetap butuh kerja keras 2024 nanti. Kurangnya pembangunan di era Syamsari dianggap melemahkan ketua Partai Gelora Sulsel tersebut.
“Syamsari termasuk bupati yang minim prestasi. Selama menjabat, Kabupaten Takalar jalan di tempat. Tidak ada kemajuan! Dan cenderung melupakan tim-tim pendukungnya di Pilkada 2017 lalu. Selain faktor tersebut, Syamsari sudah tidak menjabat per Tahun 2022, yang artinya ada pelaksana tugas bupati sejak 2024 sampai 2024. Kondisi tersebut semakin mengurangi kekuatan Syamsari Kitta,” tandas Suwadi.
Meski begitu, Rangga dan Syamsari dianggap tetap perlu mewaspadai sosok Hengky Yasin dan Ahmad Dg Sere yang berpotensi muncul sebagai kuda hitam. “Apalagi jika Hengky Yasin dan Ahmad Dg Sere berpaket tentu harus di hitung oleh Rangga dan Syamsari,”pungkasnya. (rif)

Exit mobile version