TERLAHIR dari keluarga sederhana, Syamsul Ikhwan Jabbar kecil tidak pernah membayangkan kalau kelak dirinya akan ditunjuk sebagai anggota tim vaksinator vovid-19. Ayahandanya yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual kasur berbahan dasar kapuk, hanya mengenyam pendidikan sampai di tingkat SMP karena kondisi ekonomi.
Di usia sekolah, Syamsul didaftarkan oleh ayahnya di SD Tala-tala, sebuah sekolah yang berlokasi di pinggiran kota Bantaeng. Ia tamat pada tahun 1999. Tiga tahun berikutnya (2002), Syamsul memperoleh ijazah di SMP Negeri 3 Bantaeng. Selanjutnya, pada tahun 2005, Syamsul menyelesaikan studinya di SMA Negeri 1 Bantaeng.
Syamsul remaja yang dikenal supel memiliki tekad membaja untuk menggapai masa depan yang lebih baik. Setamat SMA, dia mencoba mengadu peruntungan melalui seleksi penerimaan calon Bintara 2006, dan berhasil mengikuti pendidikan di Diktuba Gasum Polri.
Setahun kemudian, tepatnya 2007, Syamsul magang di Polres Belopa. Di tahun yang sama, ketika resmi menyandang pangkat bripda, dia ditempatkan bertugas di Polres Mamasa.
Tak sampai setahun berdinas di Mamasa, yakni 2008, Syamsul mengikuti pendidikan Diploma III Keperawatan di Akper Bhayangkara (sekarang Akper Mappaoddang) Makassar, sekaligus ditugaskan di Bidokkes Polda Sulsel sebagai Bintara (Ba) Bidokkes. Ijazah DIII diraihnya pada 2011.
Berbekal ijazah DIII Keperawatan, Syamsul pindah tugas dari Bidokkes Polda ke Polres Bantaeng pada 2012 sampai sekarang.
Bintara polisi ini rupanya termasuk orang yang haus pendidikan. Meski beban tugasnya cukup berat sebagai tenaga kesehatan di Mapolres Bantaeng, tapi dia tetap mendaftarkan diri untuk program Strata Satu (S1) Stikes Yapika Makassar dan selesai 2013.
Syamsul tak berhenti sampai di situ. Kehausan ilmu di bidangnya membuatnya mengambil program profesi Ners dan berhasil 2014 di Stikes Yapika. Tiga tahun kemudian, tepatnya 2017, Syamsul berhasil menyelesaikan studi Program Pascasarjana STIE Amkop 2017.
Berbekal ilmu pengetahuan keperawaratan, diperkuat dengan bukti pendidikan formalitas hingga tingkat S2, Bripka Syamsul IJ,SKep,Ns,MMKep mendapat amanah penting. Suami dari dokter Nita Rachmawati ini ditunjuk sebagai vaksinator, satu-satunya dari personel Polres Bantaeng.
Menurut Bripka Syamsul, dirinya sudah aktif terlibat dalam program vaksinasi covid-19 di Bantaeng berkolaborasi Dinas Kesehatan setempat. Hal ini, kata dia, sejalan dengan program prioritas kapolri, yakni Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi dan Berkeadilan). Ini merupakan salah satu program unggulan kapolri dalam penanganan covid-19.
”Untuk memutus mata rantai penularan covid-19 serta menyelesaikan vaksinasi bagi masyarakat Indonesia, Kementerian Kesehatan menggandeng TNI dan Polri membantu tugas tenaga kesehatan dengan menyiapkan vaksinator hingga level daerah,” ujarnya.
Sebelum dilibatkan ke dalam tim, kata Syamsul, personel kesehatan Polri terlebih dulu mengikuti pelatihan sebagai vaksinator oleh Bapelkes. Bapak satu anak ini diamanahi selaku Pejabat Sementara Perwira Urusan Kesehatan Bagian Sumberdaya (PS Paur Kes Bag Sumda) Polres Bantaeng dan bertugas di Klinik Bhayangkara Polres Bantaeng. (wam/c)
Anak Penjual Kasur Jadi Vaksinator Covid-19
