MAKASSAR, BKM — Hari masih pagi, Rabu (31/3) di Jalan Sungai Pareman I, RT 03/RW 04, Kelurahan Lajangiru, Kecamatan Ujungpandang, Kota Makassar. Jarum jam menunjuk pukul 06.00 Wita.
Di depan rumah milik seorang warga bernama Verol alias Ibo, sebuah bungkusan kardus berwarna coklat tergeletak. Ada tertera tulisan Islam X.
Khawatir benda tersebut diduga bom dan bisa membahayakan , Verol kemudian menelepon Ketua RT Rahmi. Selanjutnya, Rahmi melanjutkan informasi tersebut dengan menghubungi Aiptu Tajuddin, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dari Polsek Ujungpandang yang bertugas di Kelurahan Lajangiru.
Anggota piket Polsek Ujungpandang yang menerima laporan dari anggota Bhabinkamtibmas, langsung menindaklanjutinya dengan mendatangi lokasi. Mereka melakukan pengamanan sambil menunggu kedatangan tim penjinak bom Polda Sulsel.
Ketika jibom tiba, mereka langsung melakukan pemeriksaan. Hasilnya, bungkusan kardus berukuran 60 cm x 40 cm tersebut berisi bohlam bekas. Polisi kemudian membawanya ke Mapolda Sulsel guna dijadikan barang bukti.
Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kombes Pol Edhy Supriadhy Idrus mengemukakan, beberapa orang saksi telah dimintai keterangan terkait kasus ini di Polsek Ujungpandang. Masing-masing pemilik rumah Verol dan Rahmi, ketua RT setempat.
Menurut penjelasan Rahmi, pada pukul 06.15 Wita Verol menelepon dirinya. ”Dia menyampaikan bahwa ada sebuah dos di depan rumahnya yang ada tulisan Islam X. Saya kemudian menelepon Pak Bhabin (Bhabinkamtibmas Aiptu Tajuddin). Saya bilang, cepatki datang karena di rumah Verol ada dus yang bertuliskan Islam X. Siapa tahu bom,” tuturnya.
Pukul 08.25 Wita, tim penjinak bom Polda Sulsel yang dipimpin Kaden Gegana AKBP Syahruna Nasrun tiba di TKP. Mereka langsung melakukan pengecekan X-Ray. Tidak terdeteksi benda berbahaya di dalamnya.
”Dari hasil olah TKP oleh tim jibom, setelah dilakukan pemeriksaan, isinya bohlam rusak. Barang itu kemudian dibawa dan dibawa ke mapolda,” ujar Kompol Edhy di Mapolrestabes.
Menyusul penemuan barang mencurigakan tersebut, Kompol Edhy mengimbau kepada seluruh masyarakat,
khususnya di Kota Makassar untuk tidak panik dan tidak cemas.
“Jangan cemas dan tetap bekerja seperti biasa. Pihak kepolisian sudah bekerja. Sudah ada beberapa saksi yang diperiksa,” terangnya. (jul)
