Site icon Berita Kota Makassar

Aliansi Aksi Bersatu Bagi Bunga dan Pita di Depan Gereja Katedral

MAKASSAR, BKM — Berbagai lembaga dan individu di Sulawesi Selatan yang tergabung dalam Aksi Bersatu menggelar aksi solidaritas di depan Gereja Katedral, Makassar, Minggu (4/5). Mereka yang berasal dari berbagai organisasi, seperti masyarakat sipil, kepemudaan, perempuan dan keagamaan itu membagi-bagikan bunga serta pita.
Aliansi ini mengecam keras aksi bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral beberapa waktu lalu. Ditegaskan bahwa tidak ada satu agama pun yang mengajarkan kekerasan dan kehancuran umat manusia.

Menurut Syaiful Alim selaku koordinator, dengan menggelar aksi ini, pihaknya akan selalu ada bersama umat Kristiani sebagai bentuk kepedulian atas peristiwa yang telah terjadi.
“Kita ada dan selalu bersama dengan teman-teman dari umat Kristiani untuk melawan terorisme. Dengan kebersamaan ini, kita bersatu dari berbagai lembaga mengharapkan pihak kepolisian untuk mencari solusi atas kejadian ini,” ujarnya.
Bagi-bagi bunga serta pita warna hitam dilakukan sebagai simbol keprihatinan atas kejadian yang bisa menjadi pelajaran penting bagi seluruh anak bangsa.

Mereka juga menyampaikan dukacita yang mendalam pada para korban tak berdosa. Teriring doa semoga semua korban cepat pulih dan segala bentuk kerugian yang ditimbulkan dapat teratasi.

Selain itu, mereka juga mengimbau kepada masyarakat luas untuk tetap tenang, tidak terpancing oleh isu-isu yang akan mengembangkan berbagai prasangka, serta tidak menyebarkan informasi yang berpotensi memperkeruh keadaan.

Dengan adanya aksi solidaritas ini, diharapkan kepada pemuda-pemudi untuk lebih proaktif untuk mencegah berkembangnya ideologi yang membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mengajak kepada semua pihak untuk terus memperkuat saling pengertian, menghormati, memercayai, menerima perbedaan,
golongan/kelompok di negeri ini, demi keutuhan dan persatuan Indonesia.

Aksi ini mendapatkan penjagaan ketat dari kepolisian serta tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. (rls)

Exit mobile version