MAKASSAR, BKM — Mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar bersama perangkat Desa Barana, Jeneponto menggelar diskusi terkait potensi peternakan dan karakter masyarakat. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Forum Group Discussion (FGD) ini didukung oleh Komunitas Pemuda Pemudi Julukanayya, yang dikomandoi langsung oleh Suratno di bawah bimbingan Ilham Syarif,SPt,MSi.
Antusias warga cukup tinggi dalam mengikuti FGD yang berlangsung di Aula MTs Babul Khaerul, Jumat-Minggu (2-4/4/2021). Hadir Guru Besar Fapet Unhas Prof Dr Ir Sitti Nurani Sirajuddin,SPt,MSi.IPU, yang sekaligus menjadi fasilitator.
“Peternakan itu tidak menyusahkan, baik pakan maupun tempat. Limbah pertanian Desa Barana ini justru bisa dijadikan pakan, makanya hal tersebut bukan hambatan,” ujar Prof Sitti Nurani.
Kepala Desa Barana Asril Bali,SE yang juga hadir, memberikan gambaran umum daerah yang dipimpinnya. Ia pun mengakui bahwa hingga saat ini belum ada bimbingan yang intensif di desanya sehingga sektor peternakan belum berkembang.
“Masyarakat di sini butuh motivasi dan bimbingan terkait pengembangan ternak sapi, kambing dan lainnya. Kalau bisa tahun depan kegiatan ini tidak hanya 2-3 hari saja, supaya kami bisa memahami bagaimana manajemen pemeliharaan pada ternak,” harapnya.
Sebelumnya, telah dilakukan wawancara langsung oleh mahasiswa Fapet Unhas dengan warga. Hasilnya akan dijadikan sebagai bahan diskusi.
Selama diskusi berlangsung, masyarakat menyampaikan harapan dan hambatan selama beternak. Sarifuddin, salah satu warga menyebutkan, bahwa Desa Barana memiliki potensi, namun warganya masih kurang mendapat bimbingan.
“Kami sudah lama beternak, tapi tidak tahu bagaimana manajemen pemeliharaannya. Makanya, kami harap dibimbing bagaimana caranya menggemukkan sapi. Bagaimana juga agar ternak tidak mudah sakit,” imbuhnya.
Setelah kegiatan ini, Fakultas Peternakan Unhas mencanangkan Desa Barana sebagai desa binaan yang nantinya bisa merealisasikan harapan masyarakat. Sebagai kegiatan lanjutan, akan dilakukan pelatihan pengolahan limbah pertanian untuk pakan ternak. Rencananya akan dihadiri oleh penyuluh pertanian, BUMDes, dinas terkait, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pendamping desa dan seluruh pemangku kepantingan di Desa Barana. (rls)
