Site icon Berita Kota Makassar

Musda Golkar Barru Belum Jelas

BARRU, BKM–Hingga saat ini belum ada jadwal pasti kapan pelaksanaan musyawarah daerah (musda) partai Golkar di Kabupaten Barru.
Selain kepanitiaan musda juga belum terbentuk. Belum jelasnya musda ini semakin mengundang tanda tanya.
Kenapa musda Golkar di Barru belum dihelat.
Sekretaris Golkar Barru Bayasit tidak ingin menjelaskan lebih jauh masalah belum adanya jadwal musda.
Bayasit menolak saat dikatakan jadwal musda Golkar Barru molor atau menggantung. Dia menyatakan bukan molor dan tidak menggantung karena memang jadwalnya yang belum ada dan ketentuan waktu akan diatur melalui DPD Golkar Sulsel.
Mantan anggota DPRD Barru ini juga tak menampik jika belum ada calon yang mendaftar karena belum ada jadwal sehingga struktur kepanitiaan pun belum dibentuk.
“Jadi kalau ada spekulasi bahwa ada pihak yang ditunggu untuk mendaftar dan ada calon titipan. Tentu itu tidak benar karena jadwal musda saja belum ada,” ujar Bayasit.
Sementara itu, Partai Golkar Tana Toraja juga dilanda kemelut berkepanjangan lantaran beberapa faksi internal bersitegang dengan pendiriannya.
Kondisi kepengurusan DPD II Partai Golkar Tana Toraja memprihatinkan, sehingga tidak menutup kemungkinan diambang kehancuran. Untuk itu, baik DPD 1 Golkar Sulsel, maupun DPP Golkar diharapkan segera memberi perhatian khusus.
Apalagi menjelang musda, jika Partai Golkar Tana Toraja salah pilih ketua dan kepengurusan, imbasnya kepada Pileg tahun 2024 yang dikhawatirkan perolehan kursi di DPRD Tana Toraja turun atau anjlok.
Terlebih jika ketua Golkar dipaksakan dan tidak sejalan dengan pemerintah yang saat ini berkuasa yakni Theofilus Allorerung-Zadrak Tombeq (The-Za).
Sesepuh Golkar Tana Toraja Tarra Sampetoding mengemukakan bila jika merujuk hasil pilbup 9 Desember 2020 lalu, Partai Golkar yang menjadi pemenang pemilu dengan mengontrol tujuh kursi mengusung pasangan petahana Nico-Victor (Nivi) berkoalisi dengan Partai Nasdem yang mengontrol enam kursi serta Perindo satu kursi malah tumbang.
“Apalagi Victor Datuan Batara kala itu sebagai ketua DPD II Partai Tana Toraja malah keok di Pilkada. Kondisi ini harus jadi catatan penting DPD I, dan DPP Golkar untuk dilakukan evaluasi,”ujar Tarra Sampetoding.
Menurutnya, fenomena di Partai Golkar Tana Toraja dipastikan ada kesalahan fatal internal dari sekelompok kader partai berlambang beringin rindang ini.
Menurut Tarra, tentunya Lukman B.Kady yang diberikan mandat ketua DPD 1 Partai Golkar Sulsel Taupan Pawe sebagai Plt jelang musda, kerja politiknya hendaknya arif menyikapi kondisi faksi internal Golkar di Bumi Lakipadada.
“Lukman B.Kady jangan menyulut api dalam sekam, harusnya jadi penengah diantara faksi untuk memperkuat konsolidasi partai samakan visi dan persepsi bangun kekuatan baru menjelang musda sehingga lahir kepengurusan baru juga dengan energi baru,”pintanya.
Harapan itu akan terwujud jika DPD II Partai Golkar Tana Toraja dikelola oleh kader tulen, bukan kutu loncat tidak memahami jika Golkar itu partai besar sehingga pengelolanyapun kader hebat.
“Apakah kader Golkar Tana Toraja tidak malu jika selama ini Tana Toraja dikenal lumbuang suara Golkar setiap kontestasi politik harus senasib dengan Pilkada lalu,”pungkas Tarra (gus/rif/c).

Exit mobile version