MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga Wakil Bupati Luwu Timur terpilih Budiman Hakim resmi menjabat bupati setelah plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melantiknya, Senin (5/3).
Selanjutnya, Budiman Hakim akan mencari siapa yang akan menjadi pasangannya untuk lima tahun kedepan apakah itu berasal dari politisi, birokrat atau pengusaha.
Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulsel, Rudi Pieter Goni (RPG) mengakui bila memang Budiman adalah kader PDIP, namun soal wakil pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada mantan kepala dinas, Bapelitbangda Lutim. “Kalau calon wakil kita serah sepenuhnya kepada pak Budiman untuk mencari partner, karena untuk membangun Luwu Timur tidak mudah untuk jalan sendiri sehingga perlu ada pasangannya,”ujar RPG , Senin (5/3).
Meski keputusan ada ditangan Budiman, namun PDIP tidak ingin serakah untuk memaketkan kadernya sebagai kepala daerah di Luwu Timur dan akan menyerahkan sepenuhnya kepada partai pengusung siapa pantas bersamanya, yang pastinya kata dia Budiman harus berterimakasih kepada keluarga Thoriq Husler, karena keberadaan mantan bupati tersebut Budiman mendapatkan rezeki menjadi kepala daerah.
“Kami sudah meminta kepada pak Budiman untuk membangun komunikasi dengan partai pengusung dan keluarga bupati terpilih, Almarhum pak Thoriq Husler dan saat ini kami hanya menunggu perkembangan,” ujarnya.
Disinggung apakah PDIP mengusulkan bagaimana Budiman mengambil keluarga Thoriq Husler, baik itu adiknya yang juga anggota DPRD Sulsel, Taqwa Muller digadang-gadang bakal mendampingi Budiman atau Istri Thoriq Husler, Puspawati Husler.
Anggota komisi A DPRD Sulsel ini menyebutkan dirinya tidak ada diposisi itu, karena itu hak partai pengusung mulai dari Golkar, PDIP, Hanura, PAN, Gerindra, PKB, PKS dan PBB.
“Kami tidak diposisi itu (usulkan keluarga Thoriq Husler). Politik itu bukan karena kekuasaan tapi komitmen juga karena pak Budiman tak berpikir menjadi bupati. Kita hanya berpikir kursi kami (PDIP) hanya sebagai wakil bupati. Tentu kalau dia jadi bupati itu hak lain (Partai pengusung) bukan kita semua,” tuturnya.
Dirinya pun menyebutkan PDIP saat ini tak hanya memikirkan kekuasaan semata, tapi bagaimana komitmennya terhadap masyarakat yang dia akan pimpin nanti. “Kita tidak ingin kawin paksa (pilihkan pasangan) karena itu bahaya bagi kita,” jelas RPG yang juga ketua badan anggaran DPRD Sulsel ini. (rif)
PDIP Sebut Istri dan adik Thoriq Bisa dampingi Budiman Hakim
