MAKALE, BKM — Kapolres Tana Toraja AKBP Sarly Sollu menepis adanya pelanggaran protokol atas insiden kader Partai Golkar di Sekretariat Partao Golkar Makale, Rabu (7/4). Menurut Kapolres, insiden tersebut hanyalah dinamika politik internal partai dan sudah clear.
Kericuhan melibatkan aparat kepolisian dengan ratusan kader Golkar Tana Toraja masih terkendali dan masing-masing pihak memahami tupoksinya.
”Hal itu terjadi hanyalah puncak dari kekecewaan para kader jelang Musda tapi baik petugas maupun kader keduanya masih dapar mengendalikan diri dan keteganganpun hanyalah sesaat,” ujar Kapolres.
Kapolres menilai seluruh tahapan proses pendaftaran kandidat berjalan dengan aman dan lancar. Prokes tetap terjaga dan terkendali serta tidak ada kerumunan.
Salah seorang tokoh Golkar Adolf Christian Pakke mengatakan sebelum kericuhan pecah di Sekretariat Golkar Tana Toraja, ratusan kader terlibat saling dorong dengan aparat kepolisian di depan pintu sekretariat.
Saling dorong bermula saat ratusan kader meringsek masuk ruangan sekretariat Partai Golkar namun dihalangi oleh petugas meskipun hanya sesaat. Baik petugas maupun kader golkar menahan diri.
”Adapun riak di Aula Sekretariat Golkar hal itu sebagai bentuk protes kader kepada Panpel Musda yang dinilai tidak profesional,” singkat Boy. (gus/C)
Kapolres Tepis Insiden Golkar Langgar Prokes
