Site icon Berita Kota Makassar

Diisi 600 Jenis Tanaman, Satu-satunya di Sulsel

BERCOCOK tanam tidaklah selalu harus menggunakan lahan yang luas. Areal dengan ukuran minim selebar 10 meter dengan panjang 10 meter juga bisa dimanfaatkan. Itulah yang berhasil dibuktikan Kelompok Wanita Tani (KWT) Anging Mammiri Bhayangkari di Asrama Kepolisian (Aspol) Toddopuli. Aneka tanaman sayuran dan tanaman obat (toga) telah berhasil ditanamnya.

BKM berkunjung langsung ke lokasi tersebut. Terletak di dalam kompleks Aspol Toddopuli. Untuk ukuran rumah bibit tidaklah terlalu luas. Dibangun di atas lahan satu area dengan lapangan olahraga. Walau begitu, tanaman hijau yang ada di rumah bibit KWT berhasil tumbuh subur dan menyejukkan mata.
Menurut Sekretaris KWT Anging Mammiri Aspol Toddopuli Murni H Genes, rumah bibit yang dikelolanya merupakan satu-satunya di daerah Sulawesi Selatan pada program penghijauan di Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan. Keberadaannya dapat menjadi percontohan.
Kompleks Aspol Toddopuli dipilih menjadi lokasi rumah bibit dengan beberapa pertimbangan. Pertama, karena melihat ramainya istri bhayangkari yang memiliki hobi menanam bunga hias. Kedua, ada lahan yang dapat dimanfaatkan sebagai rumah bibit. “Ada satu bulan lebih dilakukan survei sebelum area ini ditetapkan sebagai rumah bibit,” sebutnya.
Setelah adanya rumah bibit terbentuk di kompleks Aspol Toddopuli, para ibu-ibu Bhayangkari memiliki kegiatan baru. Mereka semakin aktif bercocok tanam sekaligus merawat silaturahmi.
Di KWT Anging Mammiri Bhayangkari Aspol Toddopuli, terdapat 30 anggota yang diketuai Asmawati Surahman. Setiap anggota mendapat tugas masing-masing. Yaitu setiap hari mengontrol tanaman. Ketika ditemukan ada tanaman yang layu, maka segera dilakukan perawatan. Begitupun air untuk tanaman. Bila kurang atau perlu diganti air baru, maka segera ditambahkan.

“Ada sebanyak 30 anggota KWT. Mereka memiliki tugas masing-masing. Setiap hari ada enam orang bertugas mengontrol tanaman. Pagi pukul 08.00 sampai 10.00 Wita tiga orang, dan sore pukul 16.00 sampai 17.30 Wita tiga orang. Ada juga koordinatornya,” terangnya.
Genes menambahkan, ada sebanyak 600 jenis tanaman di rumah bibit KWT. Terbanyak tanaman sayuran. Di antaranya bayam putih dan merah, kangkung, selada, sawi, cabai, dan tomat. Untuk tanaman toga, ada jahe. Tanaman jenis sayuran yang paling cepat tumbuh.
Bibit tanaman diperoleh dari kerja sama Pemerintah Kota Makassar. Seperti cabai rawit dan tomat. Total jumlah seluruhnya sebanyak 50 bibit. Sementara toga diperadakan secara mandiri.
“Ada empat meja dalam rumah bibit ini. Satu meja terdapat delapan pipa dengan panjang tiga meter. Model ini hidroponik dengan menggunakan busa penyerap basah tanpa penyiraman air berlebihan. Itulah tanaman sayuran seperti selada dan kangkung ditanam cepat subur,” tutupnya. (arf)

Exit mobile version