MAKASSAR,BKM–Dinas Kesehatan Kota Makassar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional dan modern untuk memeriksa keamanan produk makanan yang dijual.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Khadijah Iriani mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan produk makanan yang dijual saat ini aman dikonsumsi, tidak mengandung zat berbahaya seperti boraks dan rhodamin
b.
Salah satu pasar yang dikunjungi adalah Pasar Terong Makassar. Sejumlah produk makanan yang banyak dijajakan di sana diperiksa. Seperti cendol, sagu mutiara, cincau, dan nata de coco.
Pengecekan kandungan zat Rhodamin b menggunakan kertas lakmus dengan mengambil sampel secara acak dari pedagang.
Dari hasil pengujian, tidak ditemukan makanan yang mengandung zat berbahaya.
“Beberapa yang sudah kita uji mereka sudah lebih memahami akan kesehatan. Jadi tidak menggunakan zat yang berbahaya,” ungkap Iriyani, Rabu (14/4).
Peninjauan ini rencananya akan dilakukan di enam pasar tradisional dan sembilan pasar modern. Akan dilakukan secara bertahap selama bulan Ramadan ini.
Iriyani pun mengimbau masyarakat untuk lebih jeli dalam membeli takjil. Jangan sampai tergoda dengan tampilan dan harganya yang murah.
“Masyarkat juga harus melihat warna, yang terlalu berlebihan kita harus waspada. Biasanya yang soft warnanya itu yang asli. Kalau terlalu mencolok harus waspada,” pesannya.
Iriani mengatakan, jika dalam pemeriksaan nantinya ditemukan ada produk makanan yang mengandung zat berbahaya, Dinas Kesehatan akan melacak dari mana produk tersebut bersumber.
Setelah itu, yang bersangkutan akan dibina. Bukan itu saja, jika pelanggaran yang dilakukan berat, maka bisa dijerat dengan sanksi pidana atau dicabut ijin usahanya jika yanh memproduksi makanan berbahaya tersebut berskala industri. (rhm)
