MAKASSAR, BKM–Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto kembali akan menggelar event spektakuler F8 di era kepemimpinannya. Even ini rencananya akan digelar September mendatang.
Dua tahun terakhir, saat Pemkot Makassar dijabat Pj Wali Kota, event yang disebut-sebut oleh Danny sebagai pioner festival of Makassar itu tidak digelar.
Secara khusus, Danny mempresentasikan keunggulan dan daya tarik event ini di depan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.
Dalam paparannya, Danny mengungkapkan, bahwa Kota Makassar kaya akan pariwisata. Baik dari sejarah, makanan hingga festival.
Dia mengatakan, Makassar dengan berbagai latar belakang suku, menjadi potensi pariwisata yang mewakili Sulawesi Selatan. Keberagaman tersebut disatukan dalam festival F8.”Hanya butuh tiga tahun untuk bisa jadi top teen festival of Indonesia,” ucap Danny.
Danny menekankan, perhelatan Makassar F8 sudah saatnya kembali digaungkan.
“Kita baru mau matangkan dahulu konsepnya. Sebenarnya sudah ada beberapa ide. Tetapi kita mau lihat situasi pandemi dan kebijakan pemerintah pusat. Semua itu harus kita selaraskan,” ujarnya.
Danny bangga pesona Makassar F8 tak meredup dan tetap membuatnya masuk dalam sepuluh besar top event dalam kalender Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
“Event ini perlu dikawal. Karena selain memacu pariwisata, nama Makassar juga ikut tersohor dan mendapat kesan bagus dari tamu di negara lain,” terang dia.
Danny menerangkan, pihak kementerian menaruh harapan kegiatan ini mampu tetap dipacu. Ada harapan Makassar F8 tak hanya mampu mendongkrak dari segi pariwisata, namun juga memacu pertumbuhan ekonomi.
Terutama di sektor UMKM. Potensi-potensi itulah, lanjut Danny yang akan segara difinalkan. Apalagi program Makassar Recover yang sedang berjalan juga turut menopang event prestisius itu bisa dilaksanakan.
“Dari pak menteri event ini diapresiasi, jadi mohon sabar konsep untuk selanjutnya akan semakin kita matangkan,” ucap suami Indira Jusuf Ismail itu.
Terakhir kali Pemkot Makassar menggelar F8 pada 2018 lalu. Event ini sukses menyedot dua juta pengunjung selama perhelatan digelar lima hari.
Perputaran uang atau nilai transaksi yang ditorehkan capai Rp21 miliar. Danny pun berharap Makassar F8 kelak jadi simpul terpacunya perekonomian di Makassar.
Terkait penganggaran event akbar ini, Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar, Helmy Budiman mengaku terus terang jika belum dianggarkan dalam APBD 2021 ini.
“Dalam APBD yang disusun di era Pj Wali Kota Makassar kemarin, tidak masuk anggarannya,” ungkap Helmy.
Jika mengharapkan untuk masuk APBD-P, juga tidak memungkinkan karena event direncanakan digelar September. Sementara APBD-P baru bisa digunakan Oktober.”Kalau September diselenggarakan, tentu tidak bisa masuk dalam penganggaran APBD-P,” jelasnya.
Namun, kata Helmy, besar kemungkinan Pemkot Makassar berharap supporting dari pemerintah pusat. Apalagi sinyal dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sangat antusias mendengar presentase terkait event ini.
“Mungkin teman pariwisata sementara mengkaji bagaimana F8 ini bisa disupport oleh pemerintah pusat. Memang pusat sudah memberikan sinyal bahwa itu akan disupport lewat APBN,” tandas Helmy. (rhm)
