BARRU, BKM — Panen padi perdana dengan menggunakan pupuk dari Paket Biotani Plus produksi PT Biota dilaksanakan di desa Jangan-jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Senin (19/4/2021). Pada panen perdana di sawah seluas 1 hektar ini menghasilkan gabah sebanyak 8,48 ton.
Biota Group, perusahaan pupuk asal Makassar yang menyiapkan sarana pupuk cair organik. Perusahaan ini menggarap luasan lahan sebanyak 7 kecamatan dengan masing-masing satu hektar.
Kadis Pertanian Barru, Ir Ahmad, MP yang hadir dalam panen perdana ini mengatakan pascapemakaian pupuk Biotani, nilai pupuk kimia berkurang sebesar 70 persen dan pupuknya berfungsi sebagai pupuk cair organik.
“Pupuk Biotani menyebabkan tanaman menjadi segar, biayanya murah, produksinya cukup bagus. Rencana 2021 akan melakukan pola kemitraan. Perusahaan Biotani akan melakukan perencanaan yaitu petani diharapkan membayar pupuk 50 persen sebelum panen dan 50 persen setelah panen dan kalau ada kegagalan, maka tidak perlu dibayar,” kata Ahmad.
Selain unggul pupuk cairnya, lanjut Ahmad, Biota Group juga memberikan serivice untuk pendamping. “Kalau penggunaan 100 hektar maka akan diberikan reward satu unit motor dan jika sukses maka akan diumrahkan,” ujarnya.
Hal ini juga disampaikan Direktur Biota Wisata, Hj Waode Fatmawati. Ia mengatakan, setiap petani yang sukses menggunakan Biotani Plus bisa diumrahkan.
Sementara itu, Direktur Biota Group, H Muhammad Ali Ngewa menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Barru, khususnya Dinas Pertanian sehingga penerapan paket teknologi Biotani Plus di Barru bisa sukses.
Selain dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan pejabat Pemkab Barru lainnya, panen perdana ini juga dihadiri Ketua DPRD Barru, Ĺukman dan Camat Pujananting. (udi)
