Site icon Berita Kota Makassar

Desa Tapong Berpotensi Jadi Destinasi Agrowisata Buah

ENREKANG, BKM — Desa Tapong, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang berpotensi sebagai penghasil buah-buahan termasuk buah durian. Daerah tersebut bahkan berpotensi untuk dijadikan agrowisata buah.
Melihat potensi ini Kades Tapong , Saharuna Tjabaruddin mulai mengembangkan kawasannya , desa yang pernah juara pertama kegiatan lomba Halaman Asri Teratur dan Nyaman ( HATINYA ) PKK tingkat nasional ini akan kembali dijadikan sebagai agro buah yang diyakini akan menjadi sorotan lima tahun ke depan.
Menurut Saharuna , saat ini Tapong sudah memiliki wisata Alam yaitu air terjun La Salassang dan akan mengembangkan budidaya pohon buah – buahan dan menjadikannya suatu wisata baru yaitu agrowisata buah.
“Selain untuk dikonsumsi, bisnis buah-buahan khususnya durian merupakan salah satu peluang bisnis paling menggiurkan saat ini sehingga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Saharuna, Minggu (18/4).
Kades mengajak warga khususnya generasi muda untuk kembali ke alam mengembangkan potensi wilayah yang ada. Kita manfaatkan lahan kosong yang potensial sekali untuk ditanami pohon buah – buahan.
Lahan – lahan ini akan ditanami buah-buahan diantaranya durian musang king, motong , rambutan lengkeng dan lainnya. Namun, produk unggulan yang diyakini akan lebih menonjol dari buah yang lain adalah durian musang king yang dikenal enak rasanya dan memiliki daya jual tinggi.
” Durian musang king menjadi salah satu durian paling populer saat ini, durian dengan bibit yang berasal dari Malaysia ini dikenal sebagai durian terbaik dunia. rasa dan kualitasnya yang memang jauh berbeda dengan durian yang lain , saat ini sebagian besar warga masyarakat sudah menanamnya dan diperkirakan bisa berbuah dalam waktu 5 Tahun kedepan , ” jelas salah satu tokoh masyarakat, Saharuddin Pata.
Durian adalah salah satu buah primadona yang tidak dimiliki semua daerah . Bukan hal mustahil kalau Desa Tapong menjadi ikon penghasil durian yang berkualitas dengan perpaduan durian lokal dan impor ( musang king) sehingga bisa menarik para penggemar buah untuk berkunjung ke daerah.
Dengan keterlibatan dan kerjasama seluruh stakeholder mulai dari pemerintah , warga masyarakat ( kelompok tani) dan para tokoh yang berdomisili di luar daerah sebagai bentuk kerjasama pemberdayaan ekonomi masyarakat agar memilki daya jual. (her/C)

Exit mobile version