Site icon Berita Kota Makassar

DPP Demokrat Irit Bahas Musda

MAKASSAR, BKM–Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat masih menghadapi gugatan dari kubu Jenderal TNI (Purn) Moeldoko yang telah menggelar kongres luar biasa (KLB).
Akibatnya, sejumlah agenda lainnya ikut terganggu. Bahkan elit DPP Demokrat belum mau berbicara panjang lebar terkait persiapan musyawarah daerah (musda) Demokrat di Sulsel. Padahal agenda lima tahunan itu harus digelar tahun ini dan wajib dituntaskan.
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra yang dikonfirmasi cukup hati-hati membahas perihal musda. Menurutnya, agenda konsolidasi yang paling penting dilakukan sekarang ini usai pihaknya menang dari kepengurusan hasil KLB.
“Saat ini kami sedang fokus konsolidasi aja, konsolidasi internal. Musda tentunya amanah dari kongres, musda dan muscab amanah dari kongres. Belum bisa dibahas dulu sebenarnya karena belum ada petunjuk,” kata Herzaky, Kamis (22/4).
Herzaky mengemukakan bila petunjuk teknis (juknis), petunjuk pelaksanaan (juklak) hingga peraturan organisasi (PO) musda juga belum terbit. Sehingga dia memilih tak bisa berkomentar banyak.
“Aturannya dalam proses pembahasan. Musda dan muscab sendiri, bicara mengenai PO dan rencana itu masih proses pembahasan internal aja,” ujarnya.
Olehnya itu, jika ingin mengetahui apakah aturannya sudah ada atau sudah clear atau bagaimana, pihak DPP lagi fokus agenda ramadan.
Dia menjelaskan, musda DPD Provinsi termasuk Sulsel juga belum ada jadwal. Sehingga pihaknya tengah fokus melakukan kerja-kerja kemanusiaan.
“Belum ada jadwal, masih tertutup semua ini. Karena gini pertama kita lagi fokus agenda Ramadan dulu. Kemarin juga tim kita lagi bantu-bantu yang terdampak bencana, karena bagaimana pun yang kayak NTT dan juga terakhir di Malang masih butuh bantuan juga,” bebernya.
Menurutnya, DPP sedang fokus untuk membantu warga terdampak pandemi. Termaksuk diantaranya para kader saat ini melaksanakan gerakan berbagi takjil di seluruh Indonesia sebagai bentuk kepedulian sosial.
“Saat ini fokus agenda kerakyatan, kerja-kerja nyata membantu rakyat karena kita koalisi bersama rakyat. Kemudian Musda dan Muscab sendiri masih dalam pembahasan. Pada waktunya nanti akan kami sampaikan ke publik jika dirasa perlu dan sudah final,” kunci Herzaky.
Sebelumnya, fungsionaris DPP Andi Nurpati juga meminta semua pihak agar bersabar menunggu juknis dan juklak. (rif)

Exit mobile version