Site icon Berita Kota Makassar

Lanjut Bangun Mattoanging Jika Utang Lunas

MAKASSAR, BKM– Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman kembali menegaskan bahwa pembangunan Stadion Mattoanging tetap dilanjutkan dengan catatan setelah utang Pemerintah Provinsi Sulsel lunas.
“Kalau lanjut, kita lanjutkan saja. Masa ditelantarkan begitu. Cuma kondisi pembangunannya pasti ada tahapan sesuai dengan kemampuan keuangan, dan utang Pemprov Sulsel lunas,” ungkap Andi Sudirman Sulaiman, Kamis (22/4), di rumah jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Jalan Yusuf Daeng Ngawing Tidung, Kecamatan Rappocini.
Mengenai sumber penganggaran, menurut Andi Sudirman, saat ini belum ada dan yang menentukan hal tersebut Tim Anggaran Percepatan Daerah (TAPD). Tim ini akan melakukan pertimbangan sumber anggarannya bagusnya dari mana.
“Itu TAPD nanti. Itu kan yang bisa mengetahui tentang bagaimana pertimbangan pembiayaan suatu pekerjaan konstruksi bagaimana kemudian pertimbangan sektor prioritas. Bagaimana pelayanan dasar yang mutlak harus dilakukan, itu kan dari sana,” kata Andi Sudirman.
Ia juga mengaku dirinya tidak ingin mengintervensi sumber penganggaran pembangunan Stadion Mattoanging
“Kalau potensi dilanjutkan itu kembali ke TPAD dulu. Tapi kalau tahun ini kerja atau tidak kita lihat kondisi keuangan bagaimana. Dan utang kita sekarang sisa 12 persen,” ujarnya.
Terkait kapasitas Stadion Mattoanging lanjut Andi Sudirman kembali ke Stadion Mattoanging seperti dulu yakni 15.000. Telah diketahui desain yang telah dirancang sebelumnya Stadion Mattoanging mampu menampung penonton sebanyak 40 ribu.
“Kapasitas kembali saja ke Stadion Mattoanging seperti dulu yakni 15.000 orang. Itu kan desainnya masih ada. Tinggal menunggu kepastian tim teknis,” ungkap Andi Sudirman.
Mengenai desain ulang Andi Sudirman memastikan itu tidak ada, yang ada adalah memberikan beberapa opsi desain Stadion Mattoanging ini yang harus disesuaikan dengan anggaran.
“Bukan desain ulang, mereka memberikan opsi-opsi. Istilahnya dia kan menyajikan opsi A, B. Nanti kita melihat kondisi keuangan yang mana dikerjakan. Dan bagaimana mengerjakan ini opsi A, B tetap bisa jalan,” tutup Andi Sudirman. (jun)

Exit mobile version