Site icon Berita Kota Makassar

Pemprov Adakan Dua Unit Pemintal Benang

MAKASSAR, BKM– Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui Dinas Perindustrian Sulsel akan mengadakan dua unit mesin pemintal benang sutera dengan menelan anggaran sebesar Rp5 miliar. Pengadaan ini bentuk dukungan pengembalian kejayaan sutera di Sulsel.
Hal tersebut diakui Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Sulsel Ahmadi Akil usai melaporkan perkembangan pengembalian kejayaan sutera di Rujab Wagub Sulsel, Kamis (22/4).
Kata dia, mengembalikan kejayaan sutra, rincian programnya itu tahun lalu sudah pengadaan murbei di Dinas Kehutanan beserta fasilitas lainnya, tahun lalu juga sudah dilakukan pembangunan rumah produksinya.
“Tahun ini kami akan rencana pengadaan mesinnya, mesin pemintalnya. Pada prinsipnya beliau pimpinan mempersilahkan jalan sepanjang itu sesuai aturan dengan total anggaran Rp5 miliar sebanyak dua unit mesin,”ungkap Ahmadi.
Kata Ahmadi mesin pemintal sangat dibutuhkan dua unit. Dan unit ini satu unit untuk di Kabupaten Wajo dan dua unit di Kabupaten Soppeng.
“Sesuai kebutuhan kita, dua unit satu di Soppeng satu di Wajo, kapasitasnya mesin pemintal itu 200 mata pintal untuk di Wajo, 100 mata pintal di Soppeng. Mesinnya tidak tahu dari mana. Karena nanti ada proses lelang, apakah dari cina, dari mana itu ditentukan oleh pemenang,” Kata Ahmadi.
Ahmadi menyebutkan produksi kain sutera di Wajo dan Soppeng sudah dilakukan akhir 2021. Meskipun masih ada beberapa kebutuhan yang perlu disiapkan kembali.
“Target kembali kejayaan sutera dari sisi program sudah dua tahun berjalan mulai 2019-2020 2021, target kita untuk metode pengelolaannya diakhir tahun 2021 sudah bisa berjalan. Progam ini di 2022 meskipun ada fasilitas lain yg harus dibangun, masih ada fasilitas lain yang mau dibantu contohnya, memerlukan IPAL,” ucap Ahmadi Akil.
Menurut Ahmadi pengadaan IPAL ini sangat dibutuhkan karena pengembalian kejayaan dengan berbagai fasilitas yang sudah disiapkan sudah industri menengah.
“Ini kan sudah jadi industri menengah mesinnya, itu akan kt usulkan programnya di 2022, kemudian kapasiti building bagi pengelola UPTD nanti, karena harus memerlukan peningkatan ilmu, ilmunya harus bagus yg betul memahami bagaimana mengoperasikan mesin dengan bagus,” tutup Ahmadi. (jun)

Exit mobile version