Site icon Berita Kota Makassar

GP Ansor dan Fatayat NU adalah Sinergi Besar

MAROS, BKM — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-87 Gerakan Pemuda Ansor dan Fatayat NU ke-71 digelar secara bersama di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Soreang, Kab. Maros, dihadiri Rais Syuriah PWNU Provinsi Sulawesi Selatan, Anregurutta KH Sanusi Baco LC, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros, H Muhammad Tonang, anggota DPRD Maros, Zainal Abidin, perwakilan Polres Maros, perwakilan Dandim Maros, Ketua Muslimat NU Maros, Mardiah Said, dan puluhan kader GP Ansor Maros dan Fatayat NU Maros, Sabtu (24/4).
Peringatan harlah kali ini, pimpinan cabang GP Ansor Maros dan pimpinan cabang Fatayat NU Maros dirangkaikan beberapa kegiatan. Seperti khataman Al Quran, serta diskusi soal kesehatan oleh Fatayat NU Maros kemudian dilanjutkan buka puasa bersama.
Ketua PC GP Ansor Maros, Sahabat Abrar Rahman, menyampaikan dalam sambutannya, peringatan harlah ini tidak sekadar seremonial. ”Tetapi melalui peringatan ini, kita mampu menjaling hubungan silaturahim yang lebih erat lagi sekaligus memperbaharui semangat kita semua sebagai kader Ansor dan Fatayat di Kabupaten Maros, agar kinerja kelembagaan kita makin optimal ke depan,” katanya.
Momentum harlah ini yang secara bersamaan dengan Fatayat NU adalah sinergi besar dalam melakukan segala bentuk konsolidasi, baik dari GP Ansor dan Fatayat NU untuk memassifkan pembentukan kepengurusan sampai tingkat desa.
Sementara itu, Ketua Fatayat NU Maros, Hj Syamsidar Jamaluddin, menyampaikan dalam sambutannya, melalui peringatan Harlah kali ini, Insya Allah akan memberikan tambahan semangat kepada Fatayat NU untuk melalukan kerja-kerja organisasi lebih baik ke depannya.
Sementara itu, Anregurutta KH Sanusi Baco, LC, menyampaikan pesan diawal ceramahnya, kesehatan adalah mahkota yang berada di kepala manusia. Namun mahkota itu tidak terlihat.
”Hanya orang sakit yang mampu melihatnya, seperti saya melihat mahkota di atas kepala kalian. Sama halnya dengan kader-kader GP Ansor Maros dan Fatayat NU Maros harus senantiasa sehat, supaya mampu menjalankan organisasinya,” kata Ketua MUI Sulsel tersebut.
Lebih lanjut Anregurutta Sanusi Baco berpesan bahwa kader GP Ansor dan Fatayat NU harus berusaha menambah Ilmu, dan memperbaiki akhlaqul karimahnya. Karena kekuatan jamaah, kekuatan Nahdlatul Ulama dan kekuatan bangsa, itu tergantung pada akhlaqul karimah dan ilmu. (ari/c)

Exit mobile version