Site icon Berita Kota Makassar

Enam Sektor Usaha Penyumbang Investasi Rp6,5 T

MAKASSAR, BKM– Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, (DPMPTSP) mencatatkan nilai investasi di triwulan I tahun 2021 sebesar Rp6,5 triliun. Nilai ini naik, dibandingkan pada triwulan sama di tahun 2020 yaitu Rp977 miliar.
Dari nilai Rp 6,5 triliun ini, Penanaman Modal Asing Rp 1,027 triliun dan Penanaman Modal Daerah Nasional (PMDN) Rp 5,503 triliun.

“Tahun ini, targetnya Rp 8 triliun, dan yang membanggakan di triwulan I nilainya Rp 6,5 triliun, dimana enam sektor usaha memberikan kontribusi,” kata Kepala DPMPTSP Sulsel, Jayadi Nas saat press conference, Rabu (28/4).
Dari enam sektor usaha, transportasi, gudang dan telekomunikasi menyumbang 40 persen atau Rp 2,6 triliun realisasi investasi di triwulan I, kemudian disusul perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp 2,1 triliun atau 32 persen sisanya sektor pertambangan, industri makanan, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya serta sektor lainnya.
Menurutnya di tahun 2021 ini, BKPM menargetkan investasi di Sulsel mencapai Rp12 triliun naik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp11 triliun.

Jayadi menyebutkan, ada beberapa faktor sehingga nilai investasi ini mengalami kenaikan adanya ekspansi dari perusahaan PT Huadi untuk proyek smelter yang awalnya satu tungku menjadi empat tungku, kemudian pembangunan sektor perumahan di kota Makassar.
“Kami belajar dari ketidakmaksimalan strategi pada tahun 2020, dan alhamdulillah bagian pengendalian investasi bekerja dengan maksimal memberikan edukasi secara terus menerus, dengan turun langsung ke daerah untuk sosialiasi tata cara pengisian LKPM,” jelasnya
Selama ini, menurut Jayadi para pengusaha ini sebenarnya mau melaporkan LKPM mereka ada yang memang baik, ada yang nakal makanya pihaknya rajin turun ke daerah.
“Saya selalu mendorong, agar mereka terus melaporkan tentang penanaman modal di sulsel,” paparnya.
Sementara, itu berdasarkan Kabupaten dan kota Kota Makassar Rp4,443 triliun, kemudian Bone nilainya Rp 580 miliar, sedangkan Kabupaten Luwu Timur Rp555 milliar.

Kabupaten Bantaeng Rp227 miliar dan Takalar Rp145,992 miliar serta Rp588 miliar kabupaten/kota.
Sedangkan berdasarkan Asal Negara (PMA) nilai realisasi investasi triwulan I Tahun 2021 (PMA) yang masuk dalam enam besar adalah Kanada Rp493 miliar, Singapura Rp193 miliar.
Lalu, RR Tiongkok Rp189 miliar, Malaysia Rp66,988 miliar, Hongkong, RRT Rp31 miliar dan Negara lainnya Rp52,4 miliar.(jun)

Exit mobile version