Site icon Berita Kota Makassar

Dua DPC PPP Ingatkan Komitmen Claro

MAKASSAR, BKM–jelang pelaksanaan musyawarah wilayah (muswil) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel, tensi politik semakin memanas.
Hal ini bukan hanya pada soal dukungan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) atau soal siapa saja yang layak menjadi formatur, namun ada komitmen pada saat muktamar PPP di Makassar yang melahirkan Suharso Monoarfah sebagai ketua umum.
Para pengurus DPC diingatkan agar tidak melupakan komitmen antara DPC dan DPW pada saat muktamar lalu.
Komitmen yang disepakati DPC dan DPW PPP Sulsel di Hotel Claro Makassar tersebut berisi kesepakatan agar Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPP Sulsel, HM Aras tidak menerima tawaran menjadi pengurus DPP.
“Jelang muktamar kemarin ada komitmen saat HM Aras masuk menjadi salah satu formatur. Seluruh DPC menyatakan solid mendukung Ketum Suharso Monoarfa dan meminta Pak Aras untuk tidak masuk kepengurusan DPP dan meninggalkan DPW. Saya kira Pak Aras tidak menjadi pengurus DPP karena menghargai komitmen itu. Ini teman-teman kok sekarang seolah melupakan komitmen itu,”ujar Ketua DPC PPP Kabupaten Sinjai, A Zainal Iskandar baru-baru ini.
Dalam kesepakatan lisan tersebut, para Ketua DPC PPP se-Sulsel legowo mendukung Suharso Monoarfa asalkan Aras tidak memanfaatkan posisinya sebagai formatur untuk menjadi pengurus teras di DPP dan tetap memimpin DPW PPP Sulsel.
Zainal menyesalkan sikap beberapa DPC yang seolah menginginkan Aras tidak lagi melanjutkan kepemimpinannya di periode kedua, sementara Aras tidak menerima tawaran menjadi pengurus DPP karena atas permintaan DPC.
“Saya orang yang menghargai komitmen itu, sehingga tetap menginginkan Pak Aras memimpin PPP. Semua kader yang disebutkan itu adalah kader terbaik PPP. Namun, menurut saya Pak Aras masih perlu melanjutkan kepemimpinannya di PPP karena selain berpengalaman, kinerjanya selama ini sukses membesarkan PPP di Sulsel,” tegasnya.
Ketua DPC PPP Wajo, Risman Lukman juga menyesalkan sikap rekan-rekannya yang seolah melupakan komitmen Claro tersebut.
“Hampir semua DPC menyampaikan itu. Tapi entah kenapa, tiba-tiba bias kesepakatan itu,” keluh Risman.
Meski demikian, DPC Wajo jelasnya akan taat pada instruksi dan arahan serta PO yang dikeluarkan DPP PPP mengenai muswil dan menerima dengan ikhlas apapun hasilnya pada 22 hingga 23 Mei mendatang.
“Kita mengharapkan PPP senantiasa berada pada satu kesatuan utuh 24 DPC Sulsel tanpa ada penciptaan kondisi antara satu kubu dengan kubu lainnya. Kita mengharapkan rangkaian muswil tetap berada pada kondisi aman, nyaman dan kondusif,”pinta Risman. (rif)

Exit mobile version