MAKASSAR, BKM– Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengancam akan berhentikan kepala pasar yang tidak bisa menerapkan protokol kesehatan secara ketat di wilayah kerja masing-masing.
Danny pun menginstruksikan ke Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Basdir untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh kepala pasar yang ada di Makassar.
“Jadi saya instruksikan untuk memberhentikan kepala pasar kalau tidak tegas melaksanakan protokol kesehatan di pasarnya, ” ungkap Danny di Balaikota Makassar, Senin (3/5).
Danny mengaku sangat mengkhawatirkan kondisi yang terjadi saat ini. Semakin mendekati Hari Raya Idul Fitri, masyarakat yang berbelanja di pasar kian membeludak.
Khususnya di pasar-pasar yang menjual bahan pakaian. Seperti Makassar Mal, Pasar Butung, dan Pasar Senggol yang rata-rata meledak pengunjungnya jelang lebaran.
“Itu tidak bisa dibiarkan. Kita masih dalam situasi pandemi coviv-19. Jangan sampai Makassar kembali jadi zona merah, ” tegasnya.
Dirut PD Pasar Makassar Raya, Basdir mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti arahan wali kota.
“Sesuai dengan perintah Bapak Wali Kota, akan kami laksanakan. Pelaksanaan protokol kesehatan di pasar-pasar harus maksimal dijalankan. Kalau ada kepala pasar yang tidak melaksanakan itu, maka sesuai perintah, akan kita evaluasi dan diganti. Semua pasar akan dievaluasi,” tegas Basdir.
Pasca mendapat perintah dari wali kota, Basdir pun langsung mengumpulkan seluruh kepala pasar yang ada di Makassar untuk diberi arahan seperti yang telah ditekankan.
Selain itu, pihaknya juga langsung membuat tim kecil untuk mengontrol aktifitas dan pelaksanaan protokol kesehatan di seluruh pasar tradisional yang ada.
“Intinya, kalau kepala pasarnya gagal melaksanakan perintah langsung dari Pak Wali, maka akan diganti. Termasuk jika semua kepala pasarnya tidak mampu mengikuti perintah, maka kami juga diganti,” tandasnya. (rhm)
Kepala Pasar Terancam Diganti
