MAKASSAR, BKM– Pemerintah Provinsi Sulsel akan membuka kawasan industri baru di Kabupaten Maros. Pembukaan tersebut lantaran Kawasan Industri Makassar (KIMA) tersisa 7 hektar dari total luas 338 hektar.
Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Kawasan Industri Makassar (KIMA) Muhammad Mahmud, mengatakan, pengembangan kawasan industri di Maros dilakukan sesuai arahan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman. Arahan tersebut Pemprov Sulsel siap mendukung.
“Pak Gub minta kita fokus pengembangan kawasan Industri di Maros. Pembukaan kawasan industri ini merupakan yang kedua dari KIMA, yang sekarang lahannya tinggal 7 hektar siap jual,” ungkap Mahmud, Selasa (4/5).
Ia menambahkan, pembukaan kawasan industri baru di Kabupaten Maros dilakukan lantaran letaknya yang strategis.”Dari beberapa kajian kita itu memang yang paling siap secara geografis itu Maros dekat dengan Bandara, dekat dengan pelabuhan dan ada jalur kereta api,” kata Mahmud.
Rencana luas kawasan industri yang akan dibangun sambung Mahmud yakni 560 hektar. Sementara nilai investasi kita belum bisa diproyeksikan. “Untuk nilai investasi belum bisa kami sebutkan, tapi intinya pengembangan kawasan industri baru di Kabupaten Maros akan dilakukan,”ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian Sulsel Ahmadi Akil mengatakan pembangunan kawasan industri baru yang terpenting dan paling utama jalan, gas, air serta listrik.
“Kalau bicara kawasan industri ada empat hal yang penting, terutama jalan, gas, air listrik. Kalau itu tidak ada, mana ada investor yang mau masuk makanya itu dulu yang harus jadi komitmen, antara pihak Kima bersama Pemprov Sulsel tadi sudah ketemu dan Gub siap mensupport itu dan kima juga,”ungkap Ahmadi.
Menurut Ahmadi pembangunan kawasan Industri baru di Maros sangat memungkinkan karena dari empat hal tersebut sangat mendukung terkecuali gas. Namun akan dilakukan pengembangan 2022 mendatang.
“Jaringan pipa gas dari Wajo ke Barru itu ditanggung oleh Pemerintah Daerah, setelah sampai ke Barru lalu dilanjutkan ke Makassar itu rencana akan ditanggung Pemprov Sulsel. Pengembangan ini untuk mensupport kawasan industri di Kota Makasssar,” tutupnya. (jun)
Lahan di KIMA Hanya Tersisa 7 Hektar
