MAKASSAR, BKM– Pemerintah akan membuka seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) di tahun ini. Prosesnya akan mulai berlangsung Mei mendatang. Semua daerah sudah mengajukan usulan kebutuhan CASN, termasuk Pemerintah Kota Makassar.
CASN yang akan direkrut nantinya terdiri dari PPPK dan CPNS.
Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar, Andi Siswanta Attas, mengatakan, perekrutan tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Sebab, pemerintah memberi porsi khusus untuk PPPK bagi tenaga guru.
“Sesuai kebutuhan memang ada tenaga kesehatan dan guru yang cukup mendesak. Apalagi untuk ukuran Makassar. Khusus guru kita bersyukur dapat porsi yang cukup banyak meski itu PPPK. Namun paling tidak sudah ada jaminan dari pemerintah dan statusnya ASN dari jalur PPPK,” terang dia.
Pemkot pun mengusulkan 1.203 calon aparatur sipil negara (CASN) 2021. Terdiri 979 tenaga pegawai pemerintahan dengan perjanjian kerja (PPPK) dan 224 calon pegawai negeri sipil (CPNS). Usulan formasi sudah diajukan ke KemenPAN-RB.
“Terbanyak itu tenaga guru untuk PPPK sebanyak 996 formasi dan tenaga kesehatan untuk CPNS sebanyak 204 formasi,” ujarnya belum lama ini.
Untuk saat ini, Siswanta masih menunggu petunjuk teknis. Termasuk apakah boleh merekrut PPPK dari non tenaga honorer. Untuk PPPK memang masih terbilang baru. Untuk 2021, baru 183 PPPK yang baru resmi direkrut.
“Dan mereka sistem kontrak. Kalau 183 baru direkrut kontraknya dua tahun. Dan, itu bisa diperpanjang kalau telah melalui serangkaian evaluasi terhadap kinerja. Kita tidak tahu ini yang tenaga guru dari PPPK kita belum tahu bagaimana kesepakatan dikontrak berapa lama,” ungkap dia.
Kata Siswanta, tenaga PPPK termasuk formasi dimana pemerintah daerah diberi wewenang langsung untuk mengevaluasi apakah kontraknya bisa dilanjut atau sebaliknya. “Beda dengan status PNS, untuk PPPK ketika kontrak habis, kalau kinerja tak sesuai harapan itu bisa tak dilanjut,” ucap dia.
Meski begitu Siswanta mengungkapkan, formasi PPPK bisa jadi solusi untuk nasib tenaga honorer yang hingga kini masih mengabdi. Untuk tenaga guru saja di pemkot, kata dia ada sekitar dua ribuan.
“Kalau perlahan terserap jadi PPPK atau nanti jadi PNS itu bagus, paling tidak dari aspek kesejahteraan jadi terjamin,” terang pria yang juga Kepala Dinas Perpustakaan Makassar ini.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, mengatakan, keberadaan tenaga ASN cukup dibutuhkan saat ini. Karena jumlah pensiun 300 sampai 400 orang tiap tahun. Kemudian seperti dokter kita kekurangan sampai 80 an.”Kami kembali akan menata semua ini,” katanya.
Danny mengungkapkan, tambahan tenaga ASN cukup membantu dirinya untuk melakukan restting tenaga honorer. Apalagi jika yang lolos jadi ASN berasal dari tenaga kontrak.”Untuk optimalisasi tenaga honorer ideal lima ribu, jadi tentu ini nanti ada yang terpangkas,” jelas dia.(rhm)
