Site icon Berita Kota Makassar

Jurnal FS Unhas Peroleh Nilai SJR Tertinggi di Indonesia

MAKASSAR, BKM — Journal of Forest and Society (FS) yang diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin berhasil meraih peringkat Q1. Dari hasil tersebut, FS meraih nilai Scientific Journal Rankings (SJR) tertinggi di Indonesia. Informasi ini telah dapat diakses sejak Senin (17/5).

Q1 atau Quartile-1 merupakan kategori peringkat yang paling tinggi dengan menunjukkan 75 persen-100 persen dari distribusi Impact Factor (IF). Ada empat kategori pengindeks artikel dan jurnal seperti Scopus dan Web of Science, yakni
Q1, distribusi Impact Factor 75 persen-100 persen. Q2, distribusi Impact Factor antara 50 persen dan 75 persen, Q3, distribusi Impact Factor dari 25 persen hingga 50 persen, dan Q4, distribusi Impact Factor kurang dari 25 persen.
Editor in Chief FS Muhammad Alif K Sahide,PhD, menjelaskan prinsip pengelolaan jurnal ini dimanfaatkan sebagai dapur akademik, dan wadah untuk sumber informasi dan pengetahuan. Prinsip utama tersebut yang membuat pengelola secara konsisten menjalankan langkah strategis, seperti melakukan rapat editorial setiap bulan maupun tahunan sebagai upaya konsolidasi.

“Kami melakukan screening naskah yang ketat, dimulai pada editorial review, hinga ke external peer review. Juga dilakukan pembagian topik naskah ke dalam tema-tema yang sedang hangat dalam dunia akademik. Ketersediaan section untuk policy forum bagi kalangan praktisi dan section notes from the field bagi mereka yang memiliki catatan lapangan penting dalam dunia akademik juga kami lakukan,” jelas Alif, Selasa (18/5).

FS Unhas dimanfaatkan sebagai dapur akademik yang terhubung dengan sistem pembelajaran Fakultas Kehutanan Unhas. Dalam pengelolaannya, terdapat grup riset yang aktif seperti Forest and Society Research Group yang keanggotaannya berasal dari berbagai kalangan, baik mahasiswa sarjana dan pascasarjana Unhas, serta kolega akademisi dan peneliti luar negeri.

“Capaian peringkat Q1 ini akan berdampak signifikan pada kualitas ekosistem penelitian Unhas,” kata Alif.

Capaian Q1 oleh FS Unhas dipicu oleh kualitas artikel yang dipublikasikan, yang tampak dari tingginya sitasi terhadap artikel-artikel yang diterbitkan oleh FS. Pada tahun 2020, FS mencatatkan 150 sitasi. Hal ini disebabkan oleh keunikan dari artikel-artikel FS.

“Kami akan mempertahankan pola kerja selama ini, sembari meningkatkan jejaring riset utamanya terkait politik ekologi di Asia Tenggara atau daerah yang jarang terepresentasi dalam literatur akademik,” ungkap Alif.

FS saat ini merupakan jurnal yang paling tinggi nilai SJR di seluruh Indonesia dalam bidang apapun, yang memiliki indeks SJR 0.623. Dengan nilai ini, FS Unhas menempati peringkat pertama di Indonesia untuk seluruh kategori bidang ilmu.

Sementara khusus untuk kategori bidang ilmu kehutanan (forestry), Journal FS menempati posisi ke-2 di Asia (dibawah jurnal Information Processing in Agriculture dari China), dan posisi ke-35 di seluruh dunia.
(rls)

Exit mobile version