MAKASSAR, BKM– Pemerintah Provinsi Sulsel terancam tidak kecipratan pinjaman dana Program Ekonomi Nasional (PEN) dari PT SMI tahap kedua, jika akhir Mei 2021 tak bisa merealisasikan serapannya hingga 90 persen untuk tahap I.
Telah diketahui tahap pertama Pemprov Sulsel telah mendapatkan pinjaman dana PEN dari PT SMI sebesar Rp1,3 triliun lebih dan telah dicairkan sebesar Rp900 miliar namun hingga saat ini terserap Rp500 miliar.
anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) masih mengendap di Pemerintah Provinsi Sulsel. Dari Rp900 miliar (pencairan tahap 1) anggaran yang sudah ditransfer PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) baru Rp500 miliar yang terserap. Padahal, sesuai kesepakatan antara Pemprov Sulsel dan PT SMI, proyek PEN itu harus terealisasi keseluruhan paling lambat 31 Mei mendatang.
Pelaksana Tugas (Plt) Bappelitbanda Sulsel, Andi Darmawan Bintang, mengatakan, minimnya realisasi anggaran PEN tahap pertama berdampak pada pencairan selanjutnya. Ia mengatakan pencairan dana PEN harus 90 persen jika ingin melanjutkan.
“Yang jelas berdampak ke pencairan selanjutnya, Karena 90 persen harus diserap untuk mencairkan selanjutnya. Bisa jadi pencairan tahap berikutnya tidak cair karena tidak terserap,” ungkap Andi Darmawan, Selasa (18/5).
Ia bilang yang menjadi fokus Pemprov Sulsel sekarang adalah bagaimana mendorong kontraktor agar pengerjaan proyek yang sumber anggarannya dari PEN bisa selesai.
Proyek yang dimaksud Andi Darmawan
Jalan Bua-Rantepao Toraja, dan Bendung Lalengrie Kabupaten Bone. Hingga April, ketiga proyek tersebut progresnya dibawah 15 persen. Jika tidak bisa selesai maka penganggarannya selanjutnya akan ditanggung APBD.
“Pikiran kita bagaiman melanjutkan pinjaman PEN ini, karena anggarannya ketiga proyek ini tidak ada. Jika tidak selesai sampai batas waktu yang disepakati maka akan dibebankan pada APBD. Namun pertimbangannya di APBD apakah kita selesaikan setahun atau secara bertahap,” ungkap Andi Darmawan. (jun)
