BULUKUMBA, BKM — Bupati Bulukumba H Andi Muchtar Ali Yusuf memimpin penanamana pohon dalam rangka Gerakan Penghijauan Pohon Turus Jalan di Jalur Lingkar II Pantai Merpati Kelurahan Terangterang Kecamatan Ujung Bulu, Rabu (19/5).
Kegiatan tersebut juga dilakukan peremajaan pohon yang berfungsi menghasilkan oksigen, menciptakan suasana yang indah dan rindang, serta menjaga kelembaban daerah agar dapat mengurangi dampak pemanasan global.
Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan A Syamsul Mulhayat menuturkan gerakan penghijauan pohon turus jalan yakni sebagai rangkaian program Pemkab Bulukumba menyukseskan 100 hari kerja bupati dan wabup.
Syamsul menambahkan ini sebanyak 4.000 pohon tersebar di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Ujung Bulu 1.550 pohon, Ketapang kencana, 400 pohon jenis tanjung akan ditanam di jalan kota Bulukumba, Kecamatan Gantarang 550 pohon Ketapang kencana, dan Kecamatan Bonto Bahari sebanyak 800 pohon Ketapang kencana yang rencananya akan ditanam pada turus jalan memasuki Kawasan Tahura Bonto Bahari. Tak hanya pohon Ketapang kencana, Dinas LHK juga telah menyediakan jenis pohon tabebuya, dan pohon coppeng yang berguna sebagai makanan berbagai Fauna yang ada di Kawasan Tahura.
Bupati menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan penanaman pohon, dia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran bagi semua dan masyarakat akan pentingnya kehadiran pohon dalam kemaslahatan masyarakat terhadap lingkungan.
“Atas nama Pemkab kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan kegiatan ini sebagai wujud kepedulian pemeliharaan lingkungan melalui gerakan penanaman pohon,” tandas Bupati.
Dia menuturkan, dari segi lingkungan, manfaat penghijauan adalah memberi jaminan pengadaan ruang terbuka hijau yang memberikan sistem sirkulasi udara paru – paru kota sebagai sistem mikro agar sirkulasi udara dan air secara alami dapat berlangsung lancar dan sebagai peneduh dan produsen oksigen alami serta penyerap air hujan.
“Kegiatan ini diharapkan kepada instansi terkait agar secara bertahap melakukan peremajaan pohon trembesi yang sudah banyak meresahkan masyarakat dan mengganti pohon yang lebih ramah lingkungan seperti pohon Ketapang, tanjung, dan tabebuya atau pohon yang memiliki nilai ekonomi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat”, imbuh Andi Utta. (min/C)
