Site icon Berita Kota Makassar

Anis Minta Israel dan Palestina Gencatan Senjata

MAKASSAR, BKM–Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mendesak Israel dan Palestina segera melakukan gencatan senjata untuk mengakhiri perang yang terjadi sejak 10 Mei 2021 lalu.

Anis Matta sangat prihatin dengan terus bertambahnya korban tewas dan luka-luka di kedua belah pihak, terutama korban warga sipil Palestina yang sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak.
“Demi melindungi warga sipil yang sudah terlalu banyak jadi korban di kedua belah pihak, kami meminta agar pemerintah Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera meminta agar kedua belah pihak yang bertikai agar segera melakukan gencatan senjata dan menghentikan semua tindak kekerasan,” kata Anis Matta yang pernah tercatat sebagai presiden PKS ini.
Dalam keterangannya yang dikirim keredaksi berita kota makassar, Anis memuji Pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo telah mengecam serangan Israel atas Palestina, karena tak sedikit perempuan dan anak-anak yang menjadi korban akibat agresi tersebut. Untuk itu dia meminta agresi Israel dihentikan.

“Indonesia mengutuk serangan Israel yang telah menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak. Agresi Israel harus dihentikan,” ucap Jokowi lewat akun Twitter resminya @jokowi, Sabtu (15/5/2021).
Hingga Rabu (19/5), serangan udara Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza telah menewaskan 221 orang. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat dari total tersebut, 63 korban adalah anak-anak dan 36 lainnya perempuan.
Dilansir dari laman Anadolu Agency, serangan udara terbaru Israel juga melukai beberapa warga Palestina, yang menjadikan total korban luka sejauh ini menyentuh angka 1.507. Sementara di kubu Israel, serangan roket kelompok Hamas menewaskan 10 orang dengan dua di antaranya anak-anak.

Ketegangan antara Israel dan Palestina di Yerusalem adalah pemicu terjadinya aksi saling serang saat ini. Hamas meluncurkan roket sebagai bentuk protes atas aksi kekerasan pasukan Israel di Sheikh Jarrah dan kompleks Masjid Al-Aqsa selama Ramadan.
Ketegangan akhirnya berpindah dari Yerusalem Timur ke Gaza setelah kelompok perlawanan Palestina di sana bersumpah untuk membalas serangan Israel di Masjid Al-Aqsa dan Sheikh Jarrah, jika Isarel tidak menghentikan tindakannya.
Israel pun membalas roket Hamas dengan serangan udara sejak 10 Mei lalu hingga saat ini.
“Semoga gencatan senjata dapat segera diwujudkan karena setelah itu sebuah pekerjaan berat menanti kita semua, baik pemerintah maupun masyarakat Indonesia, untuk bersama-sama berkolaborasi dalam upaya mewujudkan negara Palestina merdeka,”pungkas mantan anggota DPR RI ini. (rif)

Exit mobile version