Site icon Berita Kota Makassar

Bocah Menangis Setelah Ditukar Tabung Elpiji

MAKASSAR, BKM — Bhabinkamtibmas Balla Parang, Kecamatan Rappocini memulangkan bocah berinisial A (10) setelah sebelumnya diculik pria yang tak dikenalinya.

Bocah yang berdomisili di Jalan Bumi Karsa itu terlepas dari nasib apes yang dialaminya saat dititip pelaku di salah satu toko di Jalan Pelita. Menurut informasi, bocah yang masih duduk di bangku kelas 5 SD ini dititip di toko saat pelaku mengaku ayah dari bocah ke pemilik toko tersebut, dengan maksud mengambil empat buah tabung elpiji.
Setelah pelaku berhasil membawa empat buah tabung elpiji, pelaku lalu langsung kabur. Tidak lama berselang, bocah A terisak menangis hendak pulang. Sang pemilik toko pun menghampirinya lalu menanyakan penyebab bocah A sampai menangis.
Bocah A kepada pemiliki toko mengatakan, kalau pria yang menitipkan dirinya itu bukan ayahnya.
”Antar saya pulang. Itu orang bukan ayah saya. Saya sampai ikut sama dia setelah dia beri saya uang Rp5 ribu,” ungkap A yang ditirukan Bhabinkamtibmas Balla Parang Polsek Rappocini, Aipda Syarifuddin, Rabu (18/5).
Bhabinkamtibmas mengatakan, pihaknya langsung ke Jalan Pelita setelah menerima informasi dari pemilik toko.
”Informasi pemilik toko menyebutkan bahwa ada seorang bocah menangis di warungnya setelah seorang pria mengaku ayahnya lalu menitip bocah itu sembari mengambil empat tabung elpiji. Setelah pria itu pergi, bocah tersebut juga mengatakan, kalau pria tersebut bukan ayahnya,” jelas Aipda Syarifuddin.

Kendati demikian, tambah Aipda Syarifuddin, dirinya langsung mengevakuasi bocah A kemudian mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Termasuk mengambil keterangan pemilik toko.
”Setelah kami mengumpulkan informasi, selanjutnya bocah A kami pulangkan ke rumahnya di Jalan Bumi Karsa,” beber Aipda Syarifuddin.
Dia menambahkan, modus pelaku dengan cara membujuk korbannya dan memberi uang Rp5 ribu. ”Korban teperdayai, sehingga menuruti permintaan pelaku untuk naik di motornya. Saat tiba di lokasi toko yang sepi orang lalu lalang, saat itulah pelaku melancarkan akal bulusnya.
”Kasusnya masih dalam lidik,” pungkasnya. (ish/b)

Exit mobile version