KESIBUKAN di tengah menjalani aktivitas sehari-hari dilakoni Aipda Abdul Rahman. Ia harus bergelut dengan tugasnya sebagai aparat Bhayangkara. Namun, hal itu tidak mengurangi niatnya untuk tetap mengejar pahala.
Aipda Abdul Rahman bertugas selaku Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di Kecamatan Bontolempangang, Kabupaten Gowa. Personel Polsek Bontolempangang ini kerap terlihat mengajar mengaji anak-anak yang berada di Dusun Bontomarannu. Masjid yang ada di wilayah ini menjadi tempat mengaji bersama.
Di kalangan masyarakat setempat, Aipda Abdul Rahman dikenal sebagai sosok yang begitu familiar. Mudah bergaul dan banyak disenangi warga dalam wilayah tugasnya, sebab dia merakyat.
Mengenakan seragam coklat sebagai aparat kepolisian, setiap hari ia berkeliling desa menyambangi warga. Selain bersilaturahmi, Rahman juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan mengajak masyarakat untuk selalu menciptakan situasi yang kondusif. Tidak membiasakan main hakim sendiri dan selalu dilandasi hidup bergotong royong agar tatanan berbangsa dan bernegara tetap terjaga.
Selain dengan rutinitas tersebut, Aipda Abdul Rahman pun menyisikan waktunya untuk berbaur dengan anak-anak di masjid lalu diajari mengaji.
Seperti yang dilakukannya di Masjid Al Abrar Bontotangnga. Aipda Abdul Rahman memberikan materi pelajaran Iqro dan baca Al-Qur’an kepada anak-anak di masjid tersebut.
“Pendidikan agama sangatlah penting bagi anak-anak, khususnya dalam membaca Al-Qur’an agar mereka memiliki pengetahuan tentang Al-Qur’an. Dengan begitu nantinya dapat menjadi benteng bagi anak-anak dari pengaruh negatif. Saya berharap anak-anak ini dapat menjalani hidup sesuai dengan pedoman Al-Qur’an, karena itu patut kita ajarkan sejak dini,” kata Aipda Abdul Rahman.
Dengan memahami Al-Qur’an, lanjutnya, anak-anak tidak melakukan tindakan yang tidak sesuai ajaran agama, khususnya tentang paham yang keliru, seperti terorisme dan radikalisme.
“Hal seperti ini bisa saja terjadi bila kita salah memahami agama. Karena itu mari kita pahami isi Al-Qur’n dengan benar,” tambahnya.
Dengan usaha yang dilakukannya saat ini, Abdul Rahman berharap akan tumbuh dan lahir generasi muda yang bukan cuma mahir membaca Al-Qur’an saja, tapi juga bisa memahami Alquran secara benar dan sesuai syariat Islam yang sesungguhnya. Apalagi, saat ini Pemkab Gowa memiliki program satu desa satu hafidz.
“Alangkah indahnya ketika mereka kelak (anak-anak desa) rutin belajar Al-Qur’an dan akhirnya saat dewasa mampu menghafal Al-Qur’an dan jadi hafidz yang baik. Alhamdulillah. Saya berharap anak-anak tetap bersemangat untuk mendalami ilmu agama agar kelak tidak salah langkah, sehingga anak-anak sebagai generasi muda ke depan dapat memilah perilaku baik dan buruk, seperti tidak mudah terjebak dalam dunia narkoba,” tandas Aipda Abdul Rahman.
Aktivitas keagamaan yang dilakukan Aipda Abdul Rahman, mendapat respons positif dari Kepala Desa Bontotangnga H Baso Rani. Menurutnya, peran ganda yang diperlihatkan personel kepolisian itu bisa menjadi teladan bagi para ustaz maupun remaja dan pemuda di desanya untuk lebih menguatkan pemahaman di bidang keagamaan.
“Saya bangga dan bersyukur memiliki Bhabinkantibmas yang sangat dekat dengan masyarakat dan mampu menjalin kedekatan dengan warga di sini. Terimakasih kepada Bhabinkantibmas Desa Bontotangga Aipda Abdul Rahman atas dedikasi dalam mendidik anak-anak di desa ini. Dengan cara ini, saya berharap sekarang maupun ke depan nanti, anak-anak kita bisa terhindar dari paham radikalisme dan terorisme yang saat ini semakin marak,” ungkap H Baso Rani.
Ia juga berharap kepada para pemuda desa agar mengikuti jejak Aipda Abdul Rahman untuk menggiatkan kegiatan pengajian di setiap dusun.
“Saya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Bontotangnga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan setiap melaksanakan aktivitas. Tentunya dengan adanya Bhabinkamtibmas, saya selaku pemerintah desa sangat terbantu sekali,” tambahnya. (sar)
