MAKASSAR, BKM — Hingga Senin (24/5), kubangan bekas galian di lokasi Stadion Mattoanging belum juga ditimbun. Padahal, sehari sebelumnya, Minggu (23/5), di tempat ini ada dua jiwa melayang sia-sia. Siswa SMP itu meregang nyawa ketika tengah bermain-main bersama temannya di dalam air yang diperkirakan memiliki kedalaman kurang lebih dua meter.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengungkap, bahwa ada penggalian ilegal di Stadion Mattoanging sebelum dirinya menjabat. Setelah menjabat, ia kemudian meminta agar penggalian ilegal di sana ditutup dan tidak ada lagi aktivitas. Namun, tidak dijelaskan ke mana material hasil penggalian ilegal itu didistribusikan.
“Sejak saya masuk plt di bulan Maret, sudah menginstruksikan Satpol PP menutup tempat itu. Karena sebelum saya masuk, sudah ada galian ilegal, dan masih saja beraktivitas digali,” kata Andi Sudirman, Senin (24/5).
Andi Sudirman mengatakan, setelah mengetahui bahwa ada galian ilegal, dirinya pada waktu itu langsung meminta dikeluarkan mobil-mobil yang beraktivitas disana. “Saya sudah minta semua aktivitas dilarang dan ditutup. Sudah ada penutupannya dan saya minta dijaga Satpol beserta papan bicara,” tegasnya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Sulsel Mujiono, menjelaskan sebelumnya sudah dilakukan pemagaran dan telah menugaskan empat personel untuk berjaga di lokasi. Diakui, pihaknya sudah melakukan antisipasi jauh-jauh hari sebelum kejadian. Karenanya, dia berharap ke depan tidak akan ada lagi peristiwa serupa.
Ia menjelaskan, ada empat personel yang ditugaskan untuk berjaga di lokasi pembongkaran setiap harinya. Sebelumnya juga sudah dilakukan pemagaran di lapangan. ”Pascakejadian akan kami tambah menjadi delapan personel yang berjaga di sana, demi amannya lokasi,” ujarnya.
Mujiono juga sudah menginstruksikan untuk dilakukan penimbunan lubang yang ada. Di lokasi tersebut ada dua lubang dengan diameter tiga meter dan kedalaman antara tiga hingga empat meter.
“Ada dua lubang, yakni selatan dan utara. Nah, ini kejadian di wilayah utara dan cukup dalam,” tambahnya.
Di dalamnya juga ada besi bongkahan itu. Menurut informasi di lapangan, korban ini tersangkut di besi bongkahannya. ”Ini insiden, dan kami mohon maaf,” ucapnya.
Untuk pelaksanaan penimbunan yang dijadwalkan dilakukan, Senin (24/5), menurut Mujiono, harus ditunda. Karena masih menunggu penyelidikan dari aparat Polsek Mariso.
“Dijadwalkan hari ini (kemarin) akan ditimbun, tapi kita undur. Ada kemungkinan akan dilaksanakan pekan depan, menunggu hasil penyidikan dari pihak berwajib. Tidak bisa apa-apa, jadi harus menuggu. SOP seperti itu,” tegasnya
Dia pun menegaskan, tidak ada kesan pembiaran dalam masalah ini. ”Kami berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini. Kita sudah melakukan langkah antisipatif. Ada papan bicara, bahwa tidak boleh ada kegiatan di lokasi. Ada empat papan bicara, malah ada yang ada dirobek-robek,” terangnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Selatan (Dispora Sulsel) Andi Arwien Azis mengatakan, hal yang berhubungan dengan Stadion Mattoangin berada di Badan Keuangan dan Aset Daerah Sulsel. “Silakan dihubungi BKAD Sulsel,” ujarnya singkat.
Kepala BKAD Sulsel Muhammad Rasyid, menjelaskan saat ini pihaknya sementara menunggu hasil dari penyidikan pihak ke;polisian. “Untuk penimbunan, masih sementara dihitung, sambil menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian juga,” imbuhnya.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto ikut prihatin atas terjadinya insiden meninggalnya dua anak yang tenggelam di kawasan Stadion Mattoanging. Menurut Danny, semestinya setelah dibongkar langsung dibangun. Kalaupun belum bisa, pengawasan di lokasi harus ekstra ketat. Tidak boleh sembarang orang masuk dalam area tersebut.
“Insiden Stadion Mattoanging tanda bahwa tidak boleh tinggalkan bengkalai-bengkalai. Mestinya bongkar langsung bangun. Itu kan kekecewaan masyarakat ada di situ. Tapi sudahlah. Sekarang, konsolidasi dari Pak Plt Gub, sudah menyampaikan bahwa akan dibangun. Tinggal bagaimana mengamankan. Harus disterilisasi,” terang Danny, Senin (24/5).
Diapun berharap, stadion kebanggaan masyarakat Sulsel itu bisa terbangun secepatnya. Dia pun mengaku akan membantu terkait perizinan jika memang memenuhi syarat dan aturan yang berlaku.
Menurutnya, sesuai komunikasi dengan Pemprov Sulsel, desain Stadion Mattoanging yang sebelumnya dirancang dengan kapasitas 40 ribu seat atau tempat duduk, akan diubah menjadi 10 ribu seat. “Pemprov rencana mengubah itu yang benar. 10 ribu kan pas,” tandas Danny. (jun-rhm)
