Site icon Berita Kota Makassar

Penumpang Protes Pemeriksaan Genose

BONE, BKM — Sejumlah penumpang kapal penyeberangan Pelabuhan Bajoe melakukan aksi protes di Pelabuhan Bajoe, Selasa (25/5).

Aksi para penumpang dan sopir diduga proses penyebrangan di Pelabuhan Bajoe dijadikan lahan bisnis untuk meraih keuntungan oleh pihak tertentu. Pasalnya, untuk menyebrang ke Kolaka penumpang harus membayar dua kali.
Seiring berakhirnya masa penyekatan arus balik di Pelabuhan Bajoe, ada kebijakan baru berdasarkan SE dari Kemenhub RI dan SE Kasatgas Covid- 19 dimana setiap pelaku perjalanan wajib menerapkan Prokes dan menunjukan Suket rapid antigen atau hasil tes genose sementara SE sebelumnya hanya memperlihatkan surat rapid antigen.

Adanya kebijakan tersebut kemudian memicu keributan di Pelabuhan Bajoe. Penumpang hanya mengambil tes genose-19 yang tarifnya jauh lebih murah dibanding rapid antigen. Biaya tes genose Rp 40 ribu sementara rapid antigen Rp 140 ribu.
Ironisnya, usai menjalani tes genose justru para penumpang malah hasilnya positif dan diarahkan kembali mengambil Suket rapid antigen sehingga harus bayar dua kali. Nah inilah pemicu terjadinya keributan di Pelabuhan Bajoe.
Salah seorang penumpang yang ditemui BKM mengatakan dia sempat di tes genose dan hasilnya positif kemudian disuruh ambil Suket rapid antigen.
“Saya bayar dua kali, karena periksa tes genose saya bayar Rp 40 ribu dan hasilnya positif jadi saya disuruh lagi ambil keterangan antigen dan harus bayar Rp 140, jadi total bayar Rp 180 ribu lalu rapid antigen hasilnya negatif, ” ujar Hartati.
Penumpang yang merasa dirugikan akhirnya melakukan aksi protes terhadap pihak ASDP, bahkan terjadi cekcok mulut yang berujung dengan pemukulan dimana dua petugas ASDP yang menjadi korban pemukulan.

Kedua petugas ASDP yang menjadi korban Muhammad Asfian Asmar (23) dan Kaya Sukarno (28) sementara pelaku pemukulan Nacce (30).
Kapolsek Pelabuhan Bajoe Iptu Djamaluddin menjelaskan berawal saat pelaku datang keruangan pemeriksaan tes Genose dan langsung marah-marah karena emosi. Pelaku menendang pintu sehingga korban Asfian mencoba menenangkan pelaku, kemudian pelaku langsung memukul korban.
“Pelaku memukul korban pada bagian wajah, hingga berdarah, kemudian pelaku kembali menganiaya Jaya dengan cara menendang pahanya, ” ujar Iptu Djamaluddin.
Sementara Kepala ASDP Bajoe Jamaluddin yang ditemui mengatakan sebenarnya apa yang telah dilakukan pihak ASDP dengan menyiapkan pemeriksaan tes Genose sudah sesuai SE Kemenhub No 24 tahun 2021. (man/C)

Exit mobile version