Site icon Berita Kota Makassar

Tingkatkan Sensor Sosial Masyarakat

SALAH satu program yang cukup populer di periode pertama Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menjabat sebagai Wali Kota Makassar adalah Jagai Anakta.

Program ini di bertujuan untuk meminimalisir peluang kejahatan yang dilakukan anak di bawah umur karena pergaulan ataupun tekanan psikologis anak.
Program tersebut kembali digaungkan di masa pemerintahan Danny beserta wakilnya, Fatmawati Rusdi. Dimana semua warga diharapkan untuk memberikan edukasi dan pengawasan pada anak-anaknya sejak dini dari dalam rumah.
“Kami sedang maksimalkan program Jagai Anakta’. Mohon dukungannya karena program ini tentu memberi dampak yang luar biasa untuk kehidupan sosial masyarakat,” ungkap Danny saat memberikan sambutan pada HUT PGI (Persekutuan Gereja Indonesia) Wilayah Sulselbara yang ke 71 di Hotel Max One Jalan Taman Makam Pahlawan Makassar, Selasa (25/5).
Danny meminta semua pihak menggalakkan program ini untuk memaksimalkan `sensor` sosial mendeteksi dini masalah yang kerap melibatkan anak-anak.
“Kita galakkan program Jagai Anakta dan tetap harus meningkatkan sensor sosial kita. Semua pihak harus bisa mengambil peran dalam program ini karena anak-anak dan perempuan sangat rentan menjadi korban,” Danny.
Dia mengatakan, upaya deteksi dini masalah sosial yang kerap melibatkan anak-anak, baik sebagai pelaku maupun korban kekerasan atau pun kejahatan lainnya, perlu ditingkatkan.
“Kami terus menggalakkan berbagai upaya seperti program `Jagai Anakta”. Intensitas program unggulan Pemkot Makassar ini dibutuhkan karena menjaga anak, baik sebagai korban kekerasan maupun pelaku kekerasan sangat penting, dengan melibatkan peran orang tua,” katanya.
Danny menjelaskan, pihaknya juga akan memberi bantuan terutama proses pemulihan mental, serta mengembalikan anak-anak usia sekolah tersebut ke lingkungan sekolah.
Menurut dia, anak-anak yang menjadi korban pemerkosaan dan kekerasan tidak boleh putus sekolah, sebab melalui sekolah bagi anak-anak yang rentan ini bisa mendapatkan pelajaran untuk memilah dan mengetahui prilaku yang negatif.
“Saya juga imbau anak-anak kita agar jangan mudah tertipu oleh informasi dari media sosial yang terkadang tidak benar, menyesatkan, dan menjerumuskan mereka,” ucapnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, Tenri A. Palallo menjelaskan, pogram Jagai Anakta sudah dijalankan sejak pemerintahan Pak Danny sebelumnya. Dan sampai saat ini masih konsisten dilaksanakan.(rhm)

Exit mobile version