BONE, BKM — Tim Biddokkes Polda Sulsel melakukan autopsi terhadap bayi malang berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan seorang pemuda di Sungai Teppo’e Mattirowalie Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone, Kamis (27/5).
Proses autopsi dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanriawaru. Biddokkes didampingi penyidik Polres Bone dan pihak RSUD Tenriawaru.
Tim Biddokkes Polda Sulsel dipimpin Denny Matius mengatakan proses autopsi berlangsung kurang lebih satu jam. Dari hasil pemeriksaan tim Biddokkes mengambil beberapa sampel.
“Selain mencari penyebab kematian orok, tim juga mengambil sampel DNA karena kan kita juga tidak tau siapa orang tuanya dan tinggal dimana sehingga sampel DNA diharapkan akan menjadi pembanding manakala nanti penyidik mendapatkan tersangka untuk dicocokkan, ” ujar Denny.
Denny juga mengungkapkan berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan beberapa fakta yakni kondisi bayi bukan dalam keadaan mati baru dibuang namun masih dalam keadaan hidup dan ada proses tindak kekerasan yang dilakukan oleh pelaku.
“Kondisi bayi saat ditemukan diperkirakan sudah empat sampai lima hari karena sudah terdapat belitung, sementara kondisi kepala bayi tersebut hancur karena pembusukan, ” tambahnya.
Sementara Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ardy Yusuf mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan penyelidikan mengungkap siapa pelakunya. Sejauh ini sudah ada beberapa yang sudah dipanggil untuk dimintai keterangannya.
“Kita sudah lakukan olah TKP dan melakukan pengejaran terhadap pelaku. Kita juga sudah memeriksa tiga orang saksi,” jelas AKP Ardy.
Sekedar diketahui jasad bayi laki-laki pertama kali ditemukan seorang pemuda Yallo pada Senin (24/5) sore. Saat ditemukan Yallo hendak pergi memancing di sungai dan mencari spoot yang bagus. Yallo mencium bau busuk menyengat.
“Kondisi mayat bayi sudah membengkak dan dikerumuni lalat, sementara bagian kepalanya sudah hancur, ” jelas Yallo.
Setelah melihat mayat bayi tersebut. Yallo pun berlari ke Kantor Lurah setempat untuk melaporkan penemuan mayat tersebut, tidak berselang lama pemerintah setempat bersama Polisi dan BPBD datang ke TKP untuk mengevakuasi mayat bayi tersebut. (man/C)
