Site icon Berita Kota Makassar

Masyarakat Sulit Terima PBM Daring Full

SIDRAP, BKM — Pandemi Covid-19 sangat terpengaruh pada dunia pendidikan di Kabupaten Sidrap. Proses pembelajaran daaring yang berlangsung setahun lebih menemui banyak jendalai di masyaraklat.
Sekkab Sidrap, Sudirman Bungi mengakui sistem pembelajaran melalui daring belum bisa diterima oleh para orang tua murid apalagi full.
Ada banyak kendala PBM daring terutama di daerah terpencil yang tidak bisa dijangkau jaringan internet. Dari sisi kesiapan infrastruktur anak didik harus mempersiapkan laptop, handphone android. Hal ini memakan biaya yang cukup mahal.

Apalagi PBM itu bukan hanya teori transfer materi tapi ada hal yang harus dilakukan dalam PBM harus diutamakan transfer nilai-nilai sosial bagaimana anak-anak berinteraksi, bersosialisasi, berkomunikasi sosial, menunjukkan rasa respek dan menghargai orang lain. Tentunya hal itu, tidak bisa terakomodir melalui daring kecuali melalui tatap muka.
“Saya berpendapat bahwa pembelajaran tatap muka masih sangat dibutuhkan,” tambah Sekkab Sudirman.
Untuk mengantisipasi hal ini Pemkab berupaya melakukan uji belajar tatap muka dengan mematuhi protokol kesehatan sejak bulan April 2021.
Uji coba belajar tatap muka dilakukan di SMA 2 Sidrap dengan menerapkan protokol kesehatan dengan mempersiapkan cuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker.

Selama PBM ini dilakukan isi ruang kelas hanya 50 persen. Sistem pembelajaran terbagi dua yaitu dalam sehari. Ada yang masuk pagi, ada juga yang masuk siang.
Dari sistem pembelajaran tatap muka yang diberlakukan itu, Pemkab mengamati apakah kasus Covid-19 bertambah atau tidak.
Selama dua bulan terakhir setelah dilakukan pengamatan PBM tatap muka Prokes ketat dan persetujuan orang tua belum menunjukan adanya peningkatan kasus Covid-19.
“Jadi semua sekolah sudah buka dan melakukan PBM tatap muka dilengkapi prokes yang ketat,” jelasnya. (ady/C)

Exit mobile version