Site icon Berita Kota Makassar

Sebaiknya Mereka Ada Yang Berpaket

PENGAMAT politik dari Unibos Dr Arief Wicaksono memberikan analisas ada beberapa faktor yang terlibat dalam melihat peluang calon kepala daerah pada pilgub sulsel kedepan. Pertama, terlepas dari backup kekuatan finansial dan modal sosial, kekuatan seorang figur calon gubernur akan sangat bergantung pada aspek klasik kalkulasi politik seperti popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas. “Sampai saat ini, belum ada yang menggeser paradigma itu dari sebuah proses gerakan politik seorang figur. Tapi hal itu tidak cukup,”jelas Arief Wicaksono, Kamis (27/5).

Kedua, ada aspek lain yang sangat menentukan gerak langkah figur itu, yaitu partai politik. Kepemilikan atas rekomendasi partai politik menjadi sangat penting karena dalam regulasinya, seorang figur calon kepala yang ingin bertarung di arena pemilihan, harus diusung atau didukung oleh partai politik. Meskipun dalam regulasi yang sama disebutkan, bahwa figur calon kepala daerah juga bisa maju bertarung dari pintu jalur independen, tetapi mendapatkan rekomendasi partai politik adalah hal yang paling kuat dan menentukan besarnya peluang.
“Dengan menggunakan pola itu, kita dapat lebih mudah melihat berapa, dari 13 kepala daerah dua periode di Sulsel yang berpeluang maju di pilgub sulsel mendatang hanya dengan melihat apakah masing-masing dari mereka adalah ketua partai atau bukan, meskipun tidak secara serta merta juga seorang figur ketua partai, mendapatkan restu dari partainya sendiri,”ujarnya.
Ketiga, jaringan figur tersebut ke jaringan nasional. Jika figur tersebut memiliki jaringan bukan hanya di daerahnya masing-masing, tapi juga ke pusat, maka figur tersebut punya kans yang lebih baik dari figur lain.

“Nah, dari 13 figur yang tadi disebutkan, siapa yang minimal memenuhi ketiga faktor yang saya sebutkan diatas tadi? Beberapa nama mungkin saya bisa sebutkan seperti Wali Kota Parepare Taufan Pawe yang juga Ketua DPD 1 Golkar Sulsel, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriyani, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Wali Kota makassar Danny Pomanto dan plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman,”tuturnya.
Dan ada juga beberapa tokoh yang memenuhi indikator diatas namun tidak bertindak sebagai kepala daerah dua periode seperti misalnya tiga anggota DPR RI masing-masing mantan Bupati Sidrap Rusdi Masse, Andi Iwan Aras dan HM Amir Uskara.
Hal sedikit berbeda disampaikan pengamat komunikasi dan politik UIN Alauddin Makassar Dr Firdaus Muhammad. Firdaus memberikan gambaran bila Danny Pomanto , Adnan Purichta, Taufan Pawe dan lainnya mereka cukup dikenal dengan basis masing-masing, “Sebaiknya mereka ada yang berpaket,”pungkas Firdaus. (rif)

Exit mobile version