JAKARTA, BKM — Saat ini Tiket.com sedang mempertimbangkan untuk go public melalui merger dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (special purpose acquisition company/SPAC). Hal ini disampaikan Chief Executive Officer Tiket.com, George Hendrata, terkait rencana perusahaannya untuk masuk ke lantai bursa.
Hendrata menambahkan, startup yang dimiliki Djarum Group itu juga sedang menjajaki aksi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) tradisional di dalam negeri. Perusahaan pun juga membuka peluang merger dengan salah satu perusahaan superapp asal Asia Tenggara.
”Jika Tiket memutuskan untuk go public, pasti akan masuk tahun ini,” kata Hendra seperti dikutip dari salah satu media, Rabu (26/5).Namun demikian, untuk melakukan IPO secara tradisional di dalam negeri, perusahaan yang bernilai USD1 miliar dan dimiliki konglomerat Djarum Group itu bakal menunggu waktu dan momentum yang tepat.
”IPO tradisional, kami pasti memempertimbangkan itu, tapi opsi SPAC lebih cepat,” lanjutnya.
Adapun Tiket.com dikabarkan sedang melakukan pembicaraan dengan perusahaan SPAC yakni COVA Acquisition Corp. Sementara perkiraan nilai perusahaan baru hasil merger mencapai USD2 miliar. Goldman Sachs Group Inc. dikabarkan menjadi penasihat Tiket.com yang berbasis di Jakarta. Sebagai bagian dari kesepakatan, Tiket.com bisa mengumpulkan sekitar US$200 juta dalam apa yang disebut investasi swasta dalam ekuitas publik atau private investment in public equity (PIPE), yang sering menyertai merger SPAC.
Dengan kabar tersebut, Tiket.com pun memperpanjang daftar perusahaan internet Asia Tenggara yang mempertimbangkan daftar SPAC atau penawaran umum perdana untuk mendorong pertumbuhan karena perdagangan online mendapatkan popularitas di kawasan Asia Tenggara.
Sebagai informasi, COVA Acquisition merupakan SPAC berada di bawah kendali Crescent Cove Advisors LP. Perusahan investasi asal San Francisco ini didirikan Jun Hong Heng yang memiliki rekam jejak investasi pada perusahaan media dan telekomunikasi.
Salah satu direktur Cova Acquisition adalah Pandu Sjahrir yang merupakan komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain Pandu, Direktur Utama PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek Alvin Widarta Sariaatmadja juga tercatat menduduki dewan direksi COVA Acquisition. (int)
