GOWA, BKM — Warga Kelurahan Parangbanoa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, memperlihatkan eforia kegembiraannya paska menerima Rp1 miliar dana program padat karya Kotaku.
Dana tersebut diserahkan diserahkan anggota DPR RI, Hamka B Kady diwakili Lukman selaku tenaga ahli Komisi V DPR RI. Penyerahan dana program padat karya ini dilakukan pada Kamis siang (27/5) di Parangbanoa.
Penyerahan dana dirangkaikan peletakan batu pertama pembangunan fisik padat karya yang dihadiri bupati Gowa diwakili Asisten II Bidang Ekbang, Muh Irwan, Kepala Satker Praswil Sulsel, Abd Malik, tim Leader USP 9, Kalla Manta, Korkot Kotaku Wilayah IV, Nurliah Ruma, jajaran aparat Dinas Perkimtan dan Bappeda Gowa, Tripika Pallangga, Lurah Parangbanoa, Muh Idrus, dan aparat lingkungan dan masyarakat setempat.
Dalam kesempatan itu, tim Leader USP 9 Provinsi Sulsel, Kalla Manta, mengapresiasi antusiasnya warga Parangbanoa menjalankan program padat karya ini. Apalagi, Parangbanoa adalah kelurahan pertama di Sulsel yang memulai pra-kegiatan dengan meletakkan batu pertama pelaksanaan program tersebut dari 182 kelurahan di Sulsel yang mendapatkan anggaran aspirasi penataan kumuh yang digelontorkan pemerintah tahun 2021 ini.
”Saya salut. Sebab Kelurahan Parangbanoa yang pertama melakukan peletakan batu pertama program padat karya Kotaku dari seratusan kelurahan di Sulsel yang terpilih mendapatkan program ini di tahun 2021.
Kegiatan ini harus dipublikasi, karena Kotaku bukan sekadar membangun fisik. Tapi intinya adalah bagaimana membangun dan mengubah pola pikir masyarakat di sekitar. Juga mengubah perilaku masyarakat agar keluar dari kekumuhan,” kata Kalla Manta.
Sementara itu, Kepala Satker Penataan Kumuh Praswil Sulsel, Abd Malik, mengimbau kepada BKM (badan keswadayaan masyarakat) dan pelaksana Kotaku agar dalam pelaksanaan kegiatan ini benar-benar melakukan sesuai juknis yang ada.
”Harus sesuai aturan. Karena ini terkait dengan pertanggungjawaban kemudian. Saat ini kita juga diaudit di Makassar. Dengan kaitan ini maka saya titip kepada korkot dan fasilitator supaya dapat mendampingi kegiatan ini, mendampingi BKM dan KSM supaya mengerjakan program ini sesuai juknis yang ada sehingga kegiatan ini dapat berjalan tepat waktu, tepat biaya dan tepat adminstrasi. Aturannya sudah jelas. Tentunya jika ada pemeriksaan, maka dokumen-dokumen ini akan jadi bukti awal dalam pemeriksaan BPK nanti,” jelas Malik.
Bupati Gowa diwakili Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Muh Irwan, mengatakan, adanya kegiatan di Parangbanoa ini sangat membantu pembangunan di wilayah kelurahan/pedesaan di Pallangga tentunya.
Irwan mengatakan, pada 2020 program masyarakat telah dilaksanakan dengan baik dan manfaatnya telah dirasakan masyarakat di tengah pandemi. Khususnya di wilayah Kecamatan Somba Opu dimana telah terlaksana penataan kumuh.
Makanya, tambah bupati, seperti disampaikan Irwan bahwa Pemkab Gowa juga tetap memprogramkan replikasi Kotaku pada empat kecamatan di Gowa meski dengan pembiayaan melalui dana cosharing yang terbatas.
”Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung kehidupan masyarakat di Parangbanoa. Masyarakat Parangbanoa harus bangga, sebab tahun ini satu-satunya kelurahan di Gowa yang dapat bantuan sebesar Rp1 miliar untuk pengembangan dan penataan kumuh. Pemkab Gowa sangat menyambut baik kegiatan ini. Dimana di dalamnya ada pekerjaan fisik pembangunan jalan lingkungan (paving block) dan drainase. Kita harapkan setelah program ini selesai maka tidak ada lagi sampah-sampah berserakan di mana-mana. Kita harus satu tekad ciptakan pemukiman yang layak huni,” papar Irwan. (sar)
