Site icon Berita Kota Makassar

Andi Ishak Ancam Mundur di Musda

MAKASSAR, BKM–Musyawarah daerah (musda) Partai Golkar Kabupaten Gowa baru saja mendapat jadwal dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Sulsel. Selain jadwal lokasi musda Golkar Gowa juga di pindahkan ke Kota Makassar, tepatnya di Makassar Grand Town pada 5 Juni pekan depan.

Pemindahan lokasi musda yang tidak pernah dibahas oleh tim pengarah maupun panitia pelaksana bisa membuat skenario jika DPD I Golkar Sulsel mengarahkan kepada salah seorang calon untuk dipilih secara aklamasi.
Informasi yang berkembang, Golkar Sulsel akan menggiring pemilik suara untuk aklamasi memenangkan Ambas Syam selaku Ketua DPD II.
“Pertanyaanya, apakah Pak Ambas Syam punya mimpi atau target ingin maju di pilkada Gowa atau caleg di wilayah Gowa Takalar atau Senayan lewat dapil Sulsel 1″ujar Daeng Ngerang, Minggu (30/5).
Apalagi empat bakal calon ketua Partai Golkar di Kabupaten Gowa belum mendapatkan diskresi dari ketua umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Sejumlah hal yang berkaitan dengan syarat agar para bakal calon dapat maju sebagai calon ketua lalu memunculkan berbagai spekulasi.
Persoalan lain yang muncul yakni salah satu bakal calon ketua yakni Andi M Ishak berencana mundur sebagai bakal calon.
Mantan Ketua DPRD Gowa ini juga dikabarkan akan menarik berkas pendaftarannya jika masih dipersulit untuk ikut bertarung di musda.
Salah satu hal yang mengganjal dirinya maju lantaran istrinya yakni Hj Tenri Olle YL tercatat sebagai kader Partai Nasdem Sulsel.
Jika Andi Ishak mundur maka praktis yang tersisa tinggal tiga bakal calon yakni Hoist Bachtiar, HM Yusuf Sommeng dan Ambas Syam.
Tim pengarah musda Ridwan Dg Gading yang dimintai tanggapanya soal pemindahan lokasi musda membenarkannya.
Ketika ditanya soal rencana penggiringan pemilik suara untuk aklamasi juga diakuinya. “Itu maunya dia,”ujar Dg Gading tanpa menyebut nama siapa yang dimaksud ‘dia’.

Pemindahan lokasi musda juga terjadi untuk Golkar Tana Toraja
Pernyataan anggota tim pengarah musda Golkar Toraja Massudi Sombolinggi yang meragukan soal keamanan dibantah kader Golkar lain.
Adolf Christian Pakke salah seorang kader tulen Golkar Toraja meminta agar Massudi tidak perlu berpendapat pribadi sebab pernyataan itu dikhawatirkan mengganggu keamanan musda.
Semua kader dan pimpinan kecamatan (PK) sudah bulat dan sepakat untuk menjamin keamanan musda.
Pasalnya musda adalah hajatan tertinggi di DPD II sehingga sangat tidak logis hanya dinamika internal pengurus saat pendaftaran calon ketua menjadi alasan musda dipindahkan ke tempat lain.
Ironisnya lagi, pemindahan musda tidak pernah dibicarakan dan dirapatkan, kenapa Massudi Sombolinggi hanya pengarah sudah mengeluarkan pendapat pribadi.
Apa yang ditutupi dari musda, lebih berkualitas kalau dilakukan secara transparan sesuai aturan, “Dan ketua terpilih diterima semua kader dan kalangan,” sebut Boy Pakke.

Sekedar informasi pada pendaftaran bakal calon ketua sempat ricuh lantaran panitia dinilai tidak profesional dan transparan, serta melanggar aturan organisasi sehingga ricuh.
Dari empat bakal calon ketua yang mendaftar hanya Victor Datuan Batara dan Yariana Somalinggi yang mengembalikan formulir. (gus/rif/c).

Exit mobile version